BYD M6 DM Teknologi ini diperkenalkan BYD sekaligus menjadi langkah baru pabrikan asal China tersebut dalam memperluas pasar New Energy Vehicle (NEV) di Tanah Air. GULIR UNTUK LANJUT BACA Berbeda dari kendaraan hybrid konvensional, teknologi DM milik BYD mengusung pendekatan electric-first atau berorientasi pada pengalaman berkendara ala mobil listrik. Artinya, motor listrik tetap menjadi sumber tenaga utama dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari.Vice President BYD sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan teknologi DM dikembangkan sebagai solusi transisi menuju kendaraan energi baru yang lebih mudah diterima masyarakat luas.“Industri otomotif global saat ini tengah memasuki fase transformasi besar menuju era New Energy Vehicles. Karena itu, melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, dan mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” ujar Liu Xueliang.BYD melihat kebutuhan pasar Indonesia masih cukup unik. Selain efisiensi energi, konsumen juga mempertimbangkan kemampuan kendaraan untuk digunakan bepergian jarak jauh, terutama karena kondisi geografis Indonesia yang luas dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang belum sepenuhnya merata.Karena itu, teknologi DM hadir sebagai perpaduan antara kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Dalam penggunaan perkotaan, sistem akan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik demi menghasilkan karakter berkendara yang senyap, halus, dan hemat energi.Sementara saat digunakan untuk perjalanan luar kota, mesin bensin akan bekerja bersama motor listrik untuk menjaga efisiensi sekaligus memberikan fleksibilitas jarak tempuh lebih panjang.BYD mengklaim teknologi DM generasi terbaru atau DM 5.0 mampu menghadirkan efisiensi yang jauh lebih optimal dibanding generasi sebelumnya. Dalam pengujian internal, sistem ini diklaim dapat menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh.Tak hanya itu, konsumsi bahan bakarnya disebut mampu mencapai 65 kilometer per liter, atau lebih hemat lebih dari 60 persen dibanding mobil keluarga bermesin bensin 1.500 cc konvensional.President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan kehadiran teknologi DM merupakan kelanjutan strategi BYD setelah sukses memperluas pasar kendaraan listrik murni di Indonesia sejak 2024.“Melalui teknologi Dual Mode, kami ingin kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel, efisien, dan semakin mudah diakses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” kata Eagle Zhao.Saat ini BYD juga mengembangkan beberapa karakter teknologi DM, mulai dari DM-i yang fokus pada efisiensi dan kenyamanan harian, DM-p yang mengedepankan performa, hingga DMO untuk kebutuhan jalan berat dan off-road. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sebagai identitas teknologi tersebut, BYD turut memperkenalkan filosofi G.A.S.S., singkatan dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Filosofi ini menggambarkan karakter utama kendaraan DM yang diklaim mampu memberikan akselerasi responsif khas mobil listrik, kabin lebih tenang, efisiensi energi tinggi, sekaligus tetap fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi perjalanan.Hingga April 2026, BYD dan sub-brand premium DENZA tercatat telah membukukan penjualan hampir 20.000 unit di Indonesia dan menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.