Sistem parkir otomatis yang mengandalkan teknologi tanpa kehadiran petugas kini semakin banyak diterapkan di area publik. Di balik kemudahan transaksi dan efisiensi operasional, model pengelolaan ini menyimpan potensi kerawanan jika tidak disertai kontrol manusia sebagai lapisan pengamanan tambahan. Menurut Rio Octaviano, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Parkir Indonesia (Aspeparindo), perkembangan teknologi parkir memang tak terelakkan, namun tidak seharusnya menghilangkan peran pengawasan manual sepenuhnya. “Di banyak lokasi sekarang, pintu masuk hanya perlu tap atau ambil tiket, sementara di pintu keluar cukup scan atau tap untuk pembayaran, tanpa petugas,” kata Rio kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Meskipun begitu, Rio menekankan bahwa sistem berbasis license plate recognition (LPR) masih memiliki keterbatasan. Akurasi pembacaan pelat kendaraan memang tinggi, tetapi tidak sepenuhnya bebas kesalahan. Area parkir sepeda motor di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025). “Kalau dibilang 99 persen berhasil, artinya masih ada kemungkinan gagal. Satu persen itu justru yang perlu diantisipasi karena bisa menimbulkan kebocoran,” ujarnya. Ia menilai, ketika operator terlalu mengandalkan teknologi, aspek keamanan sering kali dianggap sepele. Kondisi ini diperparah apabila pintu keluar tidak dilengkapi mekanisme verifikasi tambahan. “Minimal harus ada kontrol untuk memastikan kendaraan yang keluar benar-benar kendaraan yang sama dengan yang masuk, baik dari sisi pelat nomor maupun fisiknya,” kata Rio. Menurutnya, sistem parkir yang minim pengawasan manusia berpotensi dipelajari dan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Tanpa pengamanan berlapis, celah tersebut bisa dimanfaatkan untuk aksi pencurian kendaraan. Oleh karena itu, Rio mengingatkan pengelola parkir agar tetap menempatkan pengawasan manusia sebagai bagian dari sistem keamanan. Teknologi dinilai seharusnya menjadi alat bantu, bukan satu-satunya penjaga keamanan kendaraan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang