Transformasi layanan parkir kini menjadi bagian penting dari ekosistem mobilitas perkotaan modern. Seiring meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai dan layanan berbasis aplikasi, sistem parkir dituntut ikut berevolusi agar lebih cepat, transparan, dan terintegrasi dengan berbagai layanan mobilitas di kota besar. PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking Indonesia) melihat parkir tak lagi sekadar tempat berhenti kendaraan, melainkan salah satu titik penting dalam pengalaman pengunjung ketika datang ke sebuah lokasi, mulai dari pusat perbelanjaan hingga kawasan perkantoran. “Parkir sering menjadi kesan pertama dan terakhir ketika seseorang mengunjungi suatu tempat. Ketika prosesnya tertib dan lancar, pengalaman pengunjung juga terasa lebih nyaman,” ujar Ryan Rachmat, Deputy General Manager Business Development Jabodetabek Secure Parking Indonesia. Menurut Ryan, sistem parkir yang rapi dan dapat diandalkan juga menjadi bagian dari konsep mobilitas kota masa depan. “Smart mobility pada akhirnya dimulai dari layanan sehari-hari yang tertib dan dapat diandalkan,” ujarnya. Perubahan perilaku masyarakat turut mempercepat digitalisasi di sektor ini. Penggunaan smartphone lintas generasi membuat pengguna semakin terbiasa dengan layanan yang serba cepat dan praktis, termasuk saat parkir. Hendri, Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya soal teknologi baru, tetapi juga pembaruan proses operasional. “Digitalisasi kami jalankan untuk memperkuat ketertiban proses, memastikan transaksi tercatat dengan jelas, dan pada saat yang sama meningkatkan kenyamanan bagi pengguna,” kata Hendri. Ia menambahkan, sistem digital memungkinkan kendaraan tercatat otomatis saat masuk dan keluar area parkir, sementara pembayaran bisa dilakukan melalui berbagai metode non-tunai. “Tujuan utamanya sederhana: membuat pengalaman parkir menjadi lebih cepat, lebih praktis, dan lebih transparan bagi pengguna,” ujarnya. Saat ini Secure Parking mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir digital di Indonesia, mulai dari pusat belanja, rumah sakit, hingga fasilitas publik. Sistem operasionalnya juga terus berevolusi dari Epsilon Parking System (EPS) menuju teknologi terbaru eNOS yang memanfaatkan License Plate Recognition (LPR), pembayaran QR, hingga teknologi Flap Lock untuk transaksi mandiri. “Dengan sistem yang terintegrasi, transaksi parkir dapat tercatat secara sistematis sehingga prosesnya lebih praktis bagi pengguna dan lebih mudah dipantau oleh pengelola kawasan,” ujar Sofian Chandra, General Manager Business Development Secure Parking Indonesia. Memasuki 2026, Secure Parking menilai transformasi digital di sektor parkir memasuki fase penguatan implementasi. Fokusnya bukan hanya menghadirkan inovasi, tetapi memastikan standar layanan berjalan konsisten di berbagai lokasi operasional. “2026 merupakan fase penguatan implementasi. Bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi memastikan sistem yang sudah berjalan dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin stabil dan konsisten bagi pengguna,” jelas Queenta Sylvia, Deputy Managing Director Secure Parking Indonesia.