Setelah sempat dicoba singkat dalam beberapa kesempatan, Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid kini diuji lebih lama dalam penggunaan harian. Rutenya mencakup jalan perkotaan, tol, hingga arteri padat, sehingga karakter aslinya lebih terasa. Tentu saja, menu utama kondisi jalan kali ini adalah kemacetan khas Ibu Kota. Sistem “real hybrid” yang diusung membuat roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin 1.2 liter bertugas sebagai generator. Daihatsu Rocky Hybrid Konfigurasi ini memberi sensasi berkendara yang berbeda dibanding Rocky bermesin konvensional. Saat mulai berjalan, mobil meluncur tanpa getaran berarti. Tarikan awalnya halus dan terasa ringan, terutama di kecepatan rendah. Respons pedal gas cenderung linear, tidak agresif, tetapi cukup sigap untuk kebutuhan stop-and-go. Karakter di Kemacetan Daihatsu Rocky Hybrid Karakter ini terasa paling pas di kemacetan. Pergerakan mobil lebih lembut dan minim jeda, sehingga tidak melelahkan. PDL juga membantu karena deselerasi terjadi saat pedal gas dilepas dan ritmenya terasa natural, meski tetap perlu adaptasi agar tidak terlalu sering melepas pedal secara tiba-tiba. Di sisi lain, sensasi akselerasinya tidak memberikan dorongan kuat seperti turbo. Mesin Daihatsu Rocky Hybrid Bagi yang terbiasa dengan karakter mesin konvensional, rasa mengayun khas putaran mesin mungkin terasa hilang. Masuk ke jalan tol, performanya tergolong cukup. Ketika pedal diinjak lebih dalam, mobil merespons cepat dan mampu mencapai kecepatan jelajah dengan mudah. Untuk menyalip di kecepatan menengah, tenaga masih terasa memadai. Namun, saat mendekati kecepatan tinggi, dorongannya mulai terasa biasa saja. Ia bukan tipe SUV yang mengundang untuk dipacu agresif. Fokusnya lebih ke kenyamanan dan kestabilan. Handling dan Suspensi Setir terasa ringan, memudahkan manuver di kota. Pada kecepatan tinggi, bobotnya memang tidak banyak berubah, tetapi masih cukup presisi untuk menjaga arah. Handling secara umum mirip Rocky standar, dengan kecenderungan stabil dan mudah dikendalikan. Suspensinya memiliki karakter agak firm. Saat melintasi sambungan jalan atau permukaan bergelombang, getaran tetap terasa. Bukan keras berlebihan, tetapi tidak juga empuk. Melintasi jalan arteri, bantingannya masih dalam batas nyaman untuk penggunaan harian. Kedap kabin tergolong baik di kecepatan rendah. Saat mesin generator aktif, suaranya terdengar rada kasar, namun tidak sampai mengganggu penumpang. Pada kecepatan tinggi, suara angin mulai masuk, meski masih wajar untuk kelas SUV ringkas. Pengalaman Berkendara Secara keseluruhan, Rocky e-Smart Hybrid menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, terutama dalam hal kehalusan dan respons di kecepatan rendah. Kelebihannya ada pada kenyamanan di lalu lintas padat dan karakter yang mudah dikendalikan. Sebaliknya, bagi pengemudi yang mencari sensasi akselerasi agresif atau bantingan empuk, mobil ini mungkin terasa biasa. Rocky Hybrid lebih cocok diposisikan sebagai SUV ringkas yang praktis dan nyaman untuk rutinitas harian, bukan untuk performa tinggi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang