Mobil bekas berumur di atas 10 tahun menyimpan tantangan tersendiri bagi pemiliknya. Hal itu dirasakan Khalif Bening, pemilik Daihatsu Sirion tahun 2010 yang sudah ia gunakan sejak 2022. Menurut Khalif, secara umum mobil ini masih sangat layak untuk penggunaan harian. Bahkan, ia menyebut performa mesin menjadi salah satu keunggulan utama. “Mesinnya bandel banget, tenaganya juga terasa besar. Buat harian aman banget sih,” kata Khalif kepada Kompas.com, Sabtu (22/2/2026). Irit dan Part Melimpah Khalif menjelaskan, salah satu alasan ia cukup percaya diri memelihara Sirion lawas adalah karena kesamaan basis mesin dengan beberapa model lain di Indonesia. “Part mesin melimpah karena sama seperti Xenia atau Avanza 1.3,” ujarnya. Sirion generasi tersebut memang menggunakan mesin K3-VE yang juga dipakai oleh Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia 1.3 liter, serta Gran Max. Dari sisi konsumsi bahan bakar, Khalif mengaku cukup puas. Untuk penggunaan dalam kota, konsumsi BBM rata-rata mencapai 1:12 km per liter. Sementara perjalanan luar kota bisa tembus 1:17 km per liter. Selain itu, bagi penggemar modifikasi, Sirion juga menarik karena banyak pilihan part JDM. Bantingan Keras dan Kurang Kedap Meski punya sejumlah kelebihan, Khalif tak menampik ada beberapa kekurangan yang ia rasakan selama pemakaian. Menurut dia, bantingan suspensi terasa lebih keras dibandingkan kompetitor sekelasnya. Beberapa komponen kaki-kaki seperti shockbreaker dan rack steer versi orisinal juga relatif mahal karena masih impor merek Perodua Malaysia. “Kalau pakai non-ori kadang enggak awet,” katanya. Selain itu, jok dinilai kurang nyaman karena ukurannya agak kecil. Kualitas plastik interior juga disebut kurang baik, mudah tergores dan terasa tipis. Tingkat kekedapan kabin juga minim sehingga perlu menambah peredam di pintu untuk meningkatkan kenyamanan. Sempat Overheat dan Turun Mesin Khalif juga bercerita di awal kepemilikan, ia mengaku mobil ini didapatkan dengan kondisi mesin kurang prima. “Dulu mobilnya zonk, pernah overheat,” ujarnya. “Jadi ada kebocoran kompresi yang bikin air radiatornya pindah ke reservoir, sudah pernah dibubut head-nya tidak sembuh. Liat-liat di forum Facebook ternyata blok bawahnya juga mesti dibubut diratain,” lanjutnya. Selain itu, pernah muncul indikator transmisi otomatis (AT) berkedip. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata pulley kruk as bermasalah dan mengganggu sinyal pengapian. “Sama dulu pernah muncul lambang AT berkedip berulang, kalau kontaknya dimatikan dan dihidupkan hilang, sudah di-scan tidak ketemu masalahnya. Ternyata pulley kruk as-nya sudah error, bikin ngaco pengapian karena sepertinya dia ambil sinyal pengapian dari pulley. Dua hal ini ternyata lumrah ditemukan di mesin K3-VE seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Gran Max dan lain-lain yang sudah berumur,” ucapnya. Sementara, untuk mengembalikan kondisi mesin hingga normal, ia harus merogoh kocek cukup dalam. “Itu turun mesin setengah hitungannya, sudah telanjur kecebur. Kalau dihitung sampai sembuh, sekitar Rp 10 jutaan,” katanya. Ia mengakui saat membeli kurang teliti karena tergiur odometer 85.000 km dan status tangan pertama. “Ternyata banyak PR-nya. Tapi karena istri sudah cocok, ya dilanjut saja,” ujarnya. Kini, setelah semua perbaikan dilakukan, mobil kembali normal dan sudah beberapa kali dipakai perjalanan jauh ke Jawa tanpa kendala berarti. Khalif menyarankan bagi calon pembeli mobil dengan mesin serupa agar memastikan unit tidak memiliki riwayat overheat. “Pastikan bukan bekas overheat, karena head dan blok-nya gampang melenting,” ujarnya. Biaya Perawatan dan Pajak Untuk perawatan rutin, Khalif mengaku tidak ada hal aneh. Daihatsu Sirion 2010. Ia rutin mengganti oli dengan biaya sekitar Rp 350.000 sekali servis. “Paling ganti oli saja. Enggak ada yang aneh-aneh,” katanya. Sementara pajak tahunan kendaraan yang ia bayarkan berada di kisaran Rp 1,8 juta. Meski sempat menguras biaya perbaikan di awal, Khalif menilai Daihatsu Sirion tetap menjadi mobil yang menyenangkan dan andal untuk penggunaan harian, asalkan kondisi mesin benar-benar sehat sejak awal pembelian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang