Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum memastikan infrastruktur jalan tol siap melayani arus mudik Lebaran 2026. Kepastian ini disampaikan setelah percepatan penanganan kerusakan perkerasan jalan di sejumlah ruas tol utama yang sebelumnya terdampak cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi. BPJT bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melakukan penanganan intensif terhadap titik-titik kerusakan perkerasan jalan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik. Kepala BPJT Wilan Oktavian mengatakan, perbaikan kerusakan jalan pada berbagai koridor utama tol telah diselesaikan oleh BUJT menjelang dimulainya arus mudik. “BPJT bersama seluruh BUJT melakukan percepatan penanganan kerusakan perkerasan jalan secara masif. Fokus kami memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal jalan tol sehingga seluruh ruas tol yang menjadi jalur utama mudik berada dalam kondisi baik dan aman,” ujar Wilan, dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026). Salah satu koridor yang menjadi perhatian adalah ruas Jakarta–Tangerang–Merak yang merupakan jalur utama pergerakan kendaraan menuju wilayah barat Pulau Jawa sekaligus akses menuju Pelabuhan Merak. Pada koridor ini, penanganan kerusakan jalan dilakukan secara intensif oleh operator jalan tol melalui percepatan pekerjaan di lapangan. Perbaikan jalan tol BPJTPada ruas Jakarta–Tangerang, perbaikan dilakukan secara bertahap pada seluruh titik kerusakan yang teridentifikasi. Sebagian besar titik kerusakan telah lebih dahulu ditangani oleh operator jalan tol, kemudian dilanjutkan dengan percepatan penyelesaian sisa pekerjaan pada 12 dan 13 Maret 2026. Melalui upaya tersebut, seluruh pekerjaan perbaikan major terhadap titik kerusakan telah diselesaikan sehingga kondisi jalan tol dinyatakan siap digunakan selama periode mudik. “Penanganan kerusakan perkerasan jalan pada ruas Jakarta–Tangerang pada prinsipnya telah diselesaikan oleh operator jalan tol sebelum arus mudik berlangsung. Namun demikian, apabila masih ditemukan pekerjaan minor seperti patching atau perapihan permukaan jalan, hal tersebut tetap dapat dilakukan oleh BUJT sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan jalan tol,” ujar Wilan. Menurut dia, percepatan penanganan di koridor tersebut menjadi prioritas karena tingginya volume lalu lintas saat periode mudik. “Koridor Jakarta–Tangerang–Merak merupakan jalur vital distribusi lalu lintas menuju wilayah Banten dan Pelabuhan Merak. Oleh karena itu penanganan kerusakan jalan pada ruas ini menjadi prioritas utama agar tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan,” kata dia. Wilan juga menyampaikan apresiasi kepada pengguna jalan tol yang turut melaporkan kondisi jalan melalui berbagai kanal media sosial. “Kami berterima kasih kepada para pengguna jalan tol yang secara aktif menyampaikan laporan kondisi jalan melalui media sosial. Partisipasi masyarakat ini sangat membantu percepatan penanganan di lapangan dan menjadi bagian dari upaya pemenuhan pelayanan kepada pengguna jalan tol,” ujar Wilan. BPJT Menurutnya, transparansi informasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penanganan yang dilakukan operator jalan tol. “BPJT juga mendorong seluruh Badan Usaha Jalan Tol untuk mempublikasikan secara berkala informasi penanganan lubang atau kerusakan jalan melalui kanal media sosial resmi masing-masing. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengetahui bahwa pekerjaan perbaikan memang sedang dilakukan secara masif dan progresnya dapat dipantau secara terbuka,” kata Wilan. Selain koridor Jakarta–Merak, BPJT juga melakukan pengawasan intensif terhadap pekerjaan perbaikan di koridor Trans Jawa yang menjadi jalur utama perjalanan jarak jauh saat mudik. Sebelum target penyelesaian pada 13 Maret 2026, sejumlah ruas tol di koridor tersebut telah menunjukkan progres signifikan. Pada ruas Jakarta–Cikampek, lebih dari 50 titik kerusakan teridentifikasi dan sekitar 93,4 persen telah lebih dahulu ditangani dalam tahap percepatan pekerjaan. Sementara itu pada ruas Cikampek (Cikopo)–Palimanan, dari total 55 titik kerusakan yang ditemukan, lebih dari 50 persen telah ditangani sebelum pekerjaan perbaikan diselesaikan secara keseluruhan oleh operator jalan tol menjelang tenggat waktu yang ditetapkan. Beberapa ruas lain bahkan telah menyelesaikan pekerjaan lebih awal, di antaranya ruas Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang), Padalarang–Cileunyi, Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), Kanci–Pejagan, serta Pasuruan–Probolinggo. “Koridor Trans Jawa merupakan jalur utama perjalanan masyarakat saat mudik. Karena itu BPJT secara aktif melakukan pengawasan terhadap percepatan pekerjaan perbaikan yang dilakukan oleh BUJT agar seluruh ruas tol pada koridor ini dapat berada dalam kondisi prima sebelum periode arus mudik dimulai,” ujar Wilan. Selain Trans Jawa, BPJT juga memastikan kondisi jalan tol di jaringan lingkar Jakarta serta koridor Sumatera berada dalam kondisi baik setelah seluruh pekerjaan penanganan kerusakan diselesaikan. Di wilayah Jabodetabek, sebagian besar ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) telah menyelesaikan penanganan kerusakan perkerasan jalan, termasuk ruas Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Jembatan Tiga/Pluit, Cengkareng–Batu Ceper–Kunciran (JORR II), Cinere–Jagorawi (JORR II), serta Serpong–Cinere (JORR II). Sementara itu pada ruas JORR W2 Utara (Kebon Jeruk–Ulujami), pekerjaan yang sebelumnya telah mencapai sekitar 50 persen dari total titik kerusakan juga telah diselesaikan menjelang pertengahan Maret. Penanganan kerusakan perkerasan jalan juga telah dirampungkan di sejumlah ruas pada koridor Trans-Sumatra Toll Road, khususnya Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Kayu Agung–Palembang. “BPJT memastikan seluruh pekerjaan penanganan kerusakan perkerasan jalan yang sebelumnya menjadi prioritas telah diselesaikan oleh BUJT sebelum periode arus mudik dimulai,” ujar Wilan. Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tetap menjadi fokus utama BPJT sebagai regulator jalan tol. “Kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan tol agar seluruh operator memenuhi Standar Pelayanan Minimal. Tujuannya krusial, memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” kata Wilan. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menetapkan sejumlah ruas jalan tol yang akan mengalami penyesuaian tarif mulai Mei hingga Desember 2025 Dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik, BPJT juga mendukung kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan angkutan barang di ruas tol tertentu yang berlaku mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026. Pembatasan tersebut mencakup kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih, angkutan barang dengan kereta tempelan, angkutan barang dengan kereta gandengan, serta angkutan barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan. Kebijakan tersebut merupakan keputusan bersama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri). “BPJT mendukung penuh kebijakan pembatasan angkutan barang selama periode mudik karena langkah ini penting untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan di jalan tol,” kata Wilan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol selama periode mudik melalui microsite mudik.pu.go.id, serta melalui situs resmi dan media sosial masing-masing BUJT. Melalui microsite tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi pendukung perjalanan mudik, mulai dari peta jalur mudik nasional, akses CCTV jalan tol, lokasi posko pelayanan, hingga informasi layanan darurat di sepanjang ruas tol. “Masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi lalu lintas maupun layanan jalan tol melalui kanal informasi resmi yang telah disediakan pemerintah dan operator jalan tol. Informasi ini kami sediakan agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih baik,” ujar Wilan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang