Pemerintah kembali menggeber pengembangan sistem pembayaran tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Sistem ini digadang-gadang menjadi solusi untuk memangkas antrean panjang di gerbang tol yang kerap terjadi, terutama pada jam sibuk. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan, saat ini tahapan uji coba MLFF kembali disiapkan. Prosesnya akan diawali dengan pra uji coba sebelum diterapkan secara menyeluruh di jalan tol Indonesia. Pada tahap awal, pihak PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) bertanggung jawab menyiapkan Term of Reference (TOR) sebagai acuan pengujian. Sebelumnya, rangkaian pengujian awal sudah mulai dilakukan. Ilustrasi jalan tol. Apa itu Multi Lane Free Flow atau MLFF. Apa itu pembayaran tol nirsentuh MLFF. Cara kerja MLFF. “Dalam rangka menyiapkan TOR Uji Coba, kemarin pada tanggal 3 sampai 5 Maret telah dilakukan functional test. Functional test itu lebih ke mencoba demonstrasi fitur aplikasi yang ada di CANTAS dan lebih ke positif skenario,” ucap Wilan, dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026). Setelah itu, akan dilanjutkan dengan functional test tahap kedua untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol. Jika seluruh aspek dinilai siap, barulah pra uji coba secara menyeluruh dilakukan. “Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,” kata Wilan. Sebagai informasi, proyek pengembangan MLFF sudah dimulai sejak awal 2021 oleh BPJT Kementerian PUPR bersama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS). Secara konsep, MLFF masih sama-sama mengusung pembayaran nontunai seperti e-toll. Bedanya, sistem ini tidak lagi mengharuskan pengendara berhenti di gerbang tol karena mengusung konsep nirsentuh. Teknologi yang digunakan adalah Global Navigation Satellite System (GNSS), yaitu sistem navigasi berbasis satelit yang mampu mendeteksi lokasi kendaraan secara real time. Nantinya, pengguna cukup mengunduh aplikasi di smartphone. Melalui aplikasi tersebut, sistem akan membaca pergerakan kendaraan dan secara otomatis memotong saldo saat melintasi jalan tol. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu lagi berhenti untuk transaksi, sehingga potensi kemacetan di gerbang tol bisa ditekan. Bahkan, jika sebelumnya transaksi e-toll membutuhkan waktu sekitar 4 detik, MLFF berbasis GNSS ini diklaim tidak memerlukan waktu sama sekali atau nol detik. Selain mengurangi antrean, sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional jalan tol secara keseluruhan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang