Kemacetan di jalan tol sering kali dikaitkan dengan kecelakaan, perbaikan jalan, atau volume kendaraan yang tinggi. Namun, tidak jarang pengemudi mengalami situasi membingungkan: arus lalu lintas tiba-tiba melambat bahkan berhenti, padahal tidak terlihat adanya hambatan di depan. Fenomena ini dikenal sebagai phantom traffic jam, atau kemacetan tanpa sebab yang nyata. Menurut Marcell Kurniawan, Training Director di The Real Driving Centre (RDC), fenomena ini sebenarnya dipicu oleh perilaku pengemudi itu sendiri, bukan karena faktor eksternal di jalan. “Phantom traffic jam biasanya terjadi karena perubahan kecepatan kecil yang dilakukan satu pengemudi, lalu diikuti oleh kendaraan di belakangnya secara berantai,” kata Marcell kepada Kompas.com, Sabtu (28/3/2026). Ia menjelaskan, ketika satu mobil mengerem sedikit saja, pengemudi di belakangnya cenderung bereaksi dengan mengerem lebih dalam. Reaksi berlebihan ini kemudian terus berlanjut ke kendaraan berikutnya, menciptakan efek domino yang akhirnya membuat lalu lintas melambat hingga berhenti. Dalam kondisi padat, jarak antar kendaraan yang terlalu dekat memperparah situasi. Pengemudi tidak memiliki cukup ruang untuk mengantisipasi perubahan kecepatan secara halus, sehingga pengereman mendadak menjadi tidak terhindarkan. Salah tiga penyebab kenapa di Amerika tidak ada motor adalah wilayah yang luas, jalan yang lebar, dan suhu terkadang ekstrem yang lebih nyaman jika mengendarai mobil. Marcell menambahkan, fenomena ini sering terjadi di jalan tol yang terlihat lancar dan lurus. Justru karena kondisi tersebut, banyak pengemudi lengah dan tidak menjaga jarak aman, sehingga potensi terjadinya gelombang kemacetan semakin besar. “Makanya penting untuk menjaga jarak aman dan mengemudi dengan halus, terutama dalam mengatur kecepatan. Hindari akselerasi dan deselerasi yang tiba-tiba,” ujarnya. Selain itu, penggunaan fitur seperti cruise control pada kendaraan modern juga bisa membantu menjaga kecepatan tetap stabil, sehingga mengurangi potensi terjadinya gangguan arus lalu lintas. Fenomena phantom traffic jam menjadi pengingat bahwa kemacetan tidak selalu disebabkan oleh kondisi jalan, melainkan juga oleh perilaku kolektif pengemudi. Dengan berkendara lebih disiplin dan menjaga ritme, setiap pengguna jalan sebenarnya bisa berkontribusi mengurangi kemacetan yang sering dianggap tak terhindarkan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang