Ban merupakan salah satu komponen paling vital pada mobil. Jika sampai pecah, dampaknya bisa serius. Tidak hanya pengemudi yang dirugikan, tapi juga pengguna jalan lain berisiko terlibat kecelakaan. Salah satu kondisi paling berbahaya, yaitu pecah ban saat berkendara. Penyebabnya beragam, namun yang paling umum terjadi ketika ban melibas lubang di jalan tol atau mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Contohnya terjadi di Tol Cipali beberapa waktu lalu yang dibagikan akun Instagram @kangsefi, yang menyebutkan bahwa kendaraannya mengalami pecah ban di bagian depan dan belakang saat melintas di Tol Cipali arah Cirebon. Ilustrasi pecah ban mobil. “Di belakang ada dua mobil juga, jadi total ada tiga mobil yang sama-sama pecah ban,” tulis pemilik akun dalam unggahannya. Menanggapi kasus ban mobil pecah setelah melibas jalan tol, Fisa Rizqiano, Deputy Head OE Sales Bridgestone menjelaskan, kejadian pecah ban paling sering terjadi pada bagian dinding, artinya tekanan udaranya kurang. "Jika ban menghantam bibir lubang dalam kondisi angin kurang dari standar atau sedang bawa muatan penuh, benang ban bagian dinding akan putus," kata Fisa kepada Kompas.com, Kamis (8/1/2026). Benang ban memang terbuat dari baja, tapi ketika mendapatkan tekanan besar, baik dari beban yang dibawa dan menghantam lubang, akhirnya bisa putus juga. "Selain berkendara secara aman, jaga kondisi tekanan angin bisa mengurangi risiko pecah ban," kata Fisa. Untuk tahu berapa tekanan ban yang direkomendasikan, pada bagian bibir pintu sisi pengemudi biasanya ada stiker. Bisa dibaca ada tekanan saat mobil diisi berapa penumpang, dari cuma sendiri, penuh, dan bawa barang. tekanan udara ban Jalan Berlubang di Tol Cipali Merespons video viral mengenai beberapa pengemudi alami pecah ban, PT Lintas Marga Sedaya, selaku pengelola Ruas Tol Cipali, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan. Pihak pengelola menjelaskan bahwa munculnya lubang di beberapa titik dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. “Penanganan dan bantuan di lapangan terhadap pengguna jalan yang mengalami kendala pecah ban pada Rabu, 7 Januari 2026, telah dilakukan sesuai prosedur,” ujar Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, dalam keterangannya saat dihubungi Kompas.com, Kamis, (8/1/2025). Sebagai langkah antisipasi, pengelola memastikan telah memasang rambu peringatan di area-area yang teridentifikasi mengalami kerusakan. "Selain itu, tim perawatan rutin dikerahkan setiap hari berdasarkan pemetaan titik jalan bermasalah, serta melakukan penyisiran berkala untuk mendeteksi potensi lubang baru," kata Ardam. Astra Infra juga mengingatkan pengguna jalan agar tetap waspada dan menyesuaikan kecepatan kendaraan, terutama saat melintas di jalur dengan kondisi cuaca kurang bersahabat. Bagi pengguna jalan yang mengalami gangguan kendaraan di Ruas Tol Cipali, mulai dari KM 72 hingga KM 188 Tol Trans Jawa, pengelola menyediakan layanan bantuan melalui call center Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan di nomor (0260) 7600 600 atau melalui WhatsApp 0811-2347-600. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang