Marc Marquez gagal melanjutkan balapan di MotoGP Thailand 2026 kemarin sore. Ban motor Marc Marquez tiba-tiba kempes. Tayangan televisi juga memperlihatkan adanya kerusakan pada velg motor Marquez. Kok bisa?Marquez memang tampil kurang maksimal sepanjang balapan MotoGP Thailand 2026. Meski start dari baris depan, Marquez gagal mengamankan posisi podium. Sepanjang balapan, Marquez lebih banyak anteng di posisi kelima meski ada beberapa aksi menyalip yang mengagumkan.Di beberapa lap terakhir, Marquez sempat mendekati posisi pebalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, buat bertarung memperebutkan posisi. Tapi pada lap ke-21, Marquez akhirnya menyerah karenan insiden velg pecah dan ban bocor tersebut. Bos Michelin, Piero Taramasso, mengungkapkan masalah yang dialami Marc Marquez saat ban motornya bocor. Menurut Taramasso, peristiwa itu juga sempat dialami Jorge Martin pada sesi Sprint Race sehari sebelumnya.Taramasso bilang, kerusakan velg yang dialami Marquez adalah hal yang telah Michelin lihat sepanjang akhir pekan di Buriram. Menurutnya, masalah itu disebabkan oleh panas dan sifat kerb di sirkuit."Kami mengalami masalah ini sepanjang akhir pekan, banyak velg bengkok ketika mereka kembali ke tenda kami karena sangat panas," jelasnya seperti dikutip Crash."Materialnya sangat lunak, dan kerbnya sangat agresif. Misalnya, kehilangan tekanan (angin) di bagian depan yang dialami Jorge Martin kemarin sama: dia menghantam kerb, roda depan bengkok dan kempes. Jorge mengalami kehilangan tekanan angin secara perlahan, dan Marc kehilangan semua tekanan angin sekaligus," sambungnya.Martin dikenai sanksi karena potensi pelanggaran tekanan ban selama sprint pada hari Sabtu, tetapi kemudian dibebaskan setelah ditemukan kerusakan pada rodanya.Ducati MotoGP Team Manager, Davide Tardozzi, menjelaskan insiden itu disebabkan karena roda belakang motor Marquez menghantam bagian kerb."Sayangnya, dia menabrak kerb di tikungan 4, dan velg-nya pecah," kata Tardozzi kepada TNT Sport. "Itulah sebabnya Marc kehilangan kendali, dan terpaksa berhenti. Menabrak tepi tikungan dan rodanya pecah," sambungnya."Kita bisa saja mengatakan itu adalah sebuah kesalahan, tetapi dia benar-benar tidak beruntung karena banyak pebalap yang keluar jalur di tikungan 4, dan tidak ada pebalap lain yang mengalami masalah serupa," terangnya.