Masa depan Marc Marquez bersama tim pabrikan Ducati terus memicu spekulasi hangat. Pengamat kawakan MotoGP, Carlo Pernat, mengembuskan kabar bahwa pebalap berjuluk "The Baby Alien" tersebut mengajukan syarat khusus dalam kontrak barunya untuk musim 2027. Marquez dikabarkan meminta Ducati memasukkan klausul yang mengizinkannya untuk pensiun tanpa harus menghadapi penalti atau konsekuensi hukum apa pun. Masa depan pebalap berusia 33 tahun ini memang menjadi salah satu rumor paling panas di paddock sepanjang musim 2026. Secara teoritis, kontrak Marquez akan habis pada akhir musim ini, mengingat ia hanya menandatangani kontrak berdurasi dua tahun saat naik ke tim utama Ducati dari Gresini Racing pada 2025 lalu. Marc Marquez mencoba berbagai pembaruan pada motornya di tes resmi Jerez 2026. Habis di 2028 Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Marquez sebenarnya sudah sepakat secara prinsip untuk memperpanjang masa bakti di Ducati untuk musim 2027 dan 2028. Namun, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut masih menahan pengumuman resmi hingga kesepakatan komersial kolektif yang baru ditandatangani oleh para konstruktor MotoGP. Salah satu poin krusial dalam negosiasi tersebut adalah keinginan Marquez untuk mendapatkan kontrak berdurasi 1+1 tahun. Opsi ini memberikan fleksibilitas bagi Marquez untuk hengkang pada akhir 2027 jika dirinya gagal bersaing di barisan depan, atau jika performa motor Ducati kedodoran saat regulasi baru mesin 850cc diterapkan. Lebih jauh, Pernat mengindikasikan bahwa klausul unik tersebut bahkan bisa berlaku lebih cepat, yakni memberikan jalan bagi Marquez untuk gantung helm pada akhir musim 2026 jika situasi tidak berjalan sesuai rencana. Ducati pun disebut-sebut sudah mulai mengantisipasi skenario terburuk ini. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) Jika Marquez benar-benar memilih mundur akibat didera cedera berkepanjangan, Ducati dilaporkan bakal menunda promosi Nicolo Bulega ke tim VR46 untuk musim 2027. Sebagai gantinya, Luca Marini berpotensi ditarik kembali dari Honda untuk merapat ke skuad milik Valentino Rossi tersebut. Pernat menambahkan bahwa kondisi mental dan fisik Marquez saat ini sedang diuji berat setelah melewati berbagai dinamika dan cedera parah. "Saya rasa Marc benar-benar mulai berpikir untuk menyudahi semuanya. Apalagi dengan banyaknya komitmen dan tidak adanya waktu untuk bernapas. Teman-teman, orang ini sudah melewati masa-masa sulit, mengorbankan segalanya, dan berhasil bangkit lagi ke puncak," ujar Pernat, dikutip dari Motogpnews.com, Jumat (22/5/2026). Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 "Lalu insiden dengan (Marco) Bezzecchi terjadi, yang sebenarnya bukan kesalahannya, dan itu juga menghancurkan mentalnya. Dia sempat absen, dan sekarang harus absen lagi karena operasi. Dan sialnya, sangat wajar jika dia mulai bertanya-tanya apakah ini saatnya untuk berhenti," kata Pernat. Terkait detail kontrak, Pernat meyakini adanya permintaan khusus dari pebalap asal Spanyol tersebut demi mengamankan posisinya jika sewaktu-waktu memutuskan menyudahi karier balapnya. "Dalam kontrak dua tahunnya dengan Ducati, dia tampaknya secara khusus meminta penalti nol persen jika dia memutuskan untuk berhenti. Dia ingin mencoba bertahan karena dia tahu bahwa dengan regulasi baru, faktor pebalap akan lebih menentukan, dan dia masih yang terkuat dari semuanya," ujarnya. Marc Marquez saat sesi tes resmi Buriram 2026 "Namun jika dia menyadari bahwa dia tidak bisa lagi bertarung untuk menang, saya pikir dia akan berkata cukup. Jika dia terus seperti ini, dia bisa menjadi sangat kesal hingga merasa lelah sebelum sempat mencoba. Bahkan pada hari Minggu, melihat saudaramu menabrak dinding pembatas seperti itu pasti akan membuatmu berpikir sedikit lebih dalam," katanya. Rentetan Cedera Seperti diketahui, nasib sial menimpa Marquez saat terlibat insiden dengan Bezzecchi pada lap pertama MotoGP Indonesia 2025. Benturan keras di area gravel Sirkuit Mandalika itu memaksa juara dunia tujuh kali kelas premier ini menjalani operasi akibat patah tulang korakoid dan kerusakan ligamen pada bahu kanannya. Kecelakaan tersebut memperparah kondisi bahu Marquez karena membengkokkan dua sekrup medis yang dipasang saat operasi Latarjet pada 2019 silam. Meski sempat menyembunyikan rasa sakitnya dari manajemen Ducati, insiden crash saat sesi Sprint di MotoGP Perancis 2026 akhirnya memaksa Marquez mempercepat jadwal operasinya. Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mengendarai motornya dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Marquez awalnya berniat melakukan operasi bahu secara rahasia setelah MotoGP Catalunya 2026. Namun, rencana itu buyar setelah ia mengalami highside di sprint raceSprint yang menyebabkan patah tulang metatarsal kelima pada kakinya. Rentetan cedera ini membuat Ducati kini dilingkupi ketidakpastian terkait kapan pebalap andalannya itu bisa kembali memacu motor di lintasan. Sebelumnya, Marquez sendiri sudah mengakui bahwa dirinya mungkin saja untuk pensiun lebih cepat. Alasannya sudah tentu karena cedera yang pernah dialaminya. Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 “Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana harus pensiun, serta sampai kapan harus terus melanjutkan. Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat, karena tubuh saya akan mendorong lebih keras daripada pikiran saya,” kata Marquez, dikutip dari Crash.net. "Kami berada di olahraga yang penuh cedera. Dengan semua risiko yang sudah saya ambil, sejauh ini tubuh saya masih cukup ‘baik’ sampai tahap akhir ini. Setiap tahun saya harus memahami kondisi tubuh saya. Karena secara mental, saya masih seperti roket," ujar Marquez. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang