Pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat menganggap, Marc Marquez mampu meraih gelar juara musim lalu lantaran tak punya rival sepadan. Sebab, menurutnya, Jorge Martin yang seharusnya menjadi penantang utama justru mengalami cedera dan harus absen sepanjang musim.Situasi tersebut, kata Pernat, sangat menguntungkan Marquez. Menurut dia, The Baby Alien seperti membalap sendirian alias tanpa pesaing. "Mungkin, musim 2025 menjadi keberuntungan untuk Marc karena bisa membalap tanpa keberadaan Martin di lintasan. Dia ketika itu bertarung sendirian," ujar Pernat, dikutip dari Motosan, Rabu (3/5).Marc Marquez di MotoGP Italia 2026 Foto: Muhammad Hafizh GemilangPernat menganggap, Aprilia merupakan pesaing utama Ducati di MotoGP. Bahkan, musim ini mereka membuktikan jauh lebih baik. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi menjadi tumpuan tim Noale dalam meraih gelar juara."Saya pikir Aprilia saat ini menjadi tolok ukur (tim lain). Menjadi tolok ukur usai apa yang telah dilakukan Ducati di masa lalu sangatlah sulit. Mereka telah mencapainya. Mereka sudah melalui sepertiga jalan, namun dua pebalap seperti Bezzecchi dan Martín saat ini lebih unggul dibandingkan yang lain," ungkapnya.Menurut Pernat, dengan kondisi sekarang, Marquez hampir mustahil mempertahankan gelar juara. Bahkan, pebalap asal Spanyol itu mengaku, tubuhnya sudah tak memungkinkan lagi meraih impian tersebut."Ducati telah menerima pukulan besar. Yang paling terpukul adalah Márquez, tetapi bukan karena Márquez sendiri: melainkan karena apa yang sedang dan telah terjadi," tuturnya."Dengan cedera bahunya, dia tak bisa menjadi Márquez seperti dulu, dan dia sendiri telah mengatakannya. Itulah hal paling mengkhawatirkan. Dia berkata: 'Saya tidak tahu apakah saya bisa menjadi Márquez seperti dulu.' Itu kata-katanya sendiri. Kata-kata keras dan sulit, namun juga tulus seperti dirinya selama ini," kata dia menambahkan.