Pebalap Lenovo Ducati Marc Marquez, berhasil mencatatkan rekor luar biasa dengan meraih kemenangan ke-10 di sirkuit yang sama di kelas MotoGP, yakni Sachsenring. Meski mengamankan podium tertinggi, juara dunia delapan kali tersebut mengaku tidak bisa merayakan kesuksesannya dengan kegembiraan penuh. Marquez menyebut bahwa hasil akhir pekan ini merupakan buah dari kerja keras tim yang mampu mengekstraksi potensi terbaik dari motornya. Namun, ada hal lain yang mengganjal di hatinya setelah balapan usai. livery spesial Alex Marquez Harapan untuk Alex Marquez Satu hal yang membuat kebahagiaan Marquez kurang lengkap adalah absennya sang adik, Alex Marquez, di jajaran tiga besar. Marc mengaku sangat berharap bisa berbagi kebahagiaan di atas podium bersama rekan satu pabrikan. "Sangat senang, cuma tidak sepenuhnya senang karena saya menginginkan ada Alex di podium. Karena saya lihat bagaimana dia berjuang, itu luar biasa," ujar Marc dikutip dari wawancara MotoGP. Belum Kendalikan Motor Sepenuhnya Menjelang summer break atau jeda musim panas, pebalap asal Spanyol ini berencana memanfaatkan waktu luang untuk melakukan evaluasi total. Marc merasa masih memiliki banyak titik kelemahan yang harus segera dibenahi. Secara blak-blakan, ia mengakui bahwa gaya berkendaranya saat ini belum benar-benar menyatu dengan motor barunya. "Summer break ini saya akan pakai untuk beristirahat. Tapi saya juga harus berjuang, pelajari titik kelemahan saya. Karena saya cuma merasa naik motor, tidak mengendalikan motor sepenuhnya," kata Marc. Menurutnya, pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakter motor menjadi harga mati jika dirinya ingin tampil lebih dominan di paruh kedua musim. Evaluasi Persaingan di Klasemen Sementara Berkat hasil positif ini, posisi Marc di papan atas semakin kokoh. Saat ini, ia berada di peringkat ketiga klasemen sementara MotoGP dengan selisih hanya 18 poin dari pemuncak klasemen. Kendati jarak poin terbilang dekat dan membuka peluang perebutan juara dunia, Marc memilih untuk tidak terlalu ambil pusing dengan hitung-hitungan di atas kertas. Fokus utamanya adalah meningkatkan performa di setiap balapan. "Saya tidak paham apapun (soal kalkulasi poin), tapi kami akan coba menyerang saat saya merasa oke. Kalau kita mau berjuang memperebutkan kejuaraan, saya harus improve," pungkasnya.