Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, menilai regulasi baru MotoGP 2027 seharusnya memangkas penggunaan perangkat aerodinamika lebih jauh. Menurut pebalap Ducati itu, pengurangan aero yang lebih besar akan membuat jalannya balapan semakin kompetitif. Seperti diketahui, MotoGP akan memasuki era baru mulai musim 2027. Selain mengganti mesin 1.000 cc menjadi 850 cc, regulasi baru juga melarang penggunaan ride height device serta memangkas dimensi perangkat aerodinamika pada motor. Namun, bagi Marquez, perubahan tersebut masih belum cukup, setelah dia menjajal motor prototipe Ducati bermesin 850 cc dalam sesi tes resmi di Sirkuit Brno, Republik Ceko, usai MotoGP Ceko beberapa waktu lalu. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) Dari hasil pengujian tersebut, Marquez menilai pengurangan aerodinamika seharusnya bisa dilakukan lebih jauh "Saya sudah mencobanya di Brno," kata Marquez dilansir dari Crash, Rabu (22/7/2026). "Motor itu memang tidak secepat motor sekarang, tetapi saya rasa penonton tidak akan terlalu menyadarinya," ujarnya. "Menurut saya perubahan terbesar justru ada pada ban. Saya berharap aerodinamikanya dikurangi lebih banyak. Saya ingin perangkat aerodinamika dikurangi lebih jauh," katanya. Dalam beberapa musim terakhir, perangkat aerodinamika berkembang sangat pesat di MotoGP. Sayap depan, winglet, hingga berbagai elemen bodi dirancang untuk menghasilkan gaya tekan yang lebih besar. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Aerobody membuat motor lebih stabil saat berakselerasi, menikung, maupun mengerem. Di sisi lain, peningkatan downforce juga membuat motor menghasilkan turbulensi udara. Dirty air ini menyulitkan pebalap di belakang untuk mengikuti lawan dari jarak dekat. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab aksi salip-menyalip semakin sulit dilakukan. Moto3 Marquez yakin jika perangkat aerodinamika dikurangi lebih banyak, balapan MotoGP akan menghadirkan pertarungan yang lebih rapat seperti yang kerap terjadi di Moto3. "Tanpa aerodinamika, kami bisa mendapat lebih banyak balapan dalam rombongan, seperti di Moto3," katanya. Pebalap Spanyol Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 27 Februari 2026, menjelang Grand Prix MotoGP Thailand. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Meski demikian, pebalap berusia 33 tahun itu mengakui pengurangan aerodinamika juga memiliki konsekuensi terhadap performa motor. "Di MotoGP lebih sulit karena Anda kehilangan gaya tekan dan performa motor menjadi lebih buruk," ujarnya. "Kami harus beradaptasi. Setiap era punya kelebihan dan kekurangannya," kata Marquez. 2027 Selain ubahan teknis, mulai musim 2027, Pirelli akan menjadi pemasok ban tunggal MotoGP, menggantikan Michelin yang telah digunakan sejak 2016. Salah satu keuntungan utama penggunaan Pirelli adalah seluruh kelas Grand Prix, mulai dari Moto3, Moto2, hingga MotoGP, akan menggunakan merek ban yang sama sehingga transisi pebalap menuju kelas utama diharapkan menjadi lebih mudah. Pirelli menjadi pemasok ban tunggal di MotoGP mulai 2027 Selain itu, ban Pirelli diyakini dapat mengurangi persoalan tekanan ban yang selama beberapa musim terakhir menjadi sorotan di era Michelin. Jika karakter tersebut sesuai harapan, aksi salip-menyalip juga berpotensi meningkat karena pebalap lebih percaya diri saat mengerem dan memasuki tikungan. Di sisi lain, seluruh pabrikan harus memulai pengembangan dari nol karena karakter ban baru akan memengaruhi setelan sasis, suspensi, elektronik, hingga aerodinamika. Akibatnya, musim 2027 diperkirakan menjadi masa adaptasi bagi seluruh tim sebelum benar-benar memahami karakter ban baru tersebut.