Marc Marquez berhasil juara di sprint race MotoGP Aragon 2026. Pebalap Ducati itu tampil agresif sejak awal start dan langsung menggunting rival di awal. Marquez melakukan manuver berisiko terhadap Marco Bezzecchi di Tikungan 1. Membuat tensi belapan jadi tegang sejak awal start. Marquez mengatakan aksi tersebut merupakan "satu-satunya kesempatan" untuk memenangi sprint race. Marquez memulai Sprint MotoGP Aragon dari posisi kedua. Sementara itu, Bezzecchi berada di pole position setelah mencatat rekor lap baru pada sesi kualifikasi Sabtu pagi. Strategi ban berbeda Bezzecchi mengambil risiko dengan menggunakan ban belakang soft untuk sprint 11 lap. Sementara Marquez memilih ban medium, begitu juga seluruh pebalap Ducati lainnya. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) beraksi dalam balapan utama MotoGP Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) Perbedaan strategi tersebut membuat Marquez harus segera mengambil posisi terdepan sebelum balapan memasuki lap-lap berikutnya. Marquez pun langsung menyerang Bezzecchi di Tikungan 1 dan berhasil mengambil alih posisi pertama. "Ketika saya melihat Marco menggunakan ban soft, itu adalah satu-satunya kesempatan, menyerang di tikungan pertama," kata Marquez, yang mencatat kemenangan sprint ke-20 sepanjang kariernya," kata Marquez di dikutip dari Crash, Minggu (30/8/2026). "Itu yang saya lakukan, memang sudah ada dalam rencana saya, meskipun start saya tidak terlalu bagus," katanya. "Tetapi memang rencana saya adalah menekan di tikungan pertama. Saya tahu bahwa itu adalah tikungan di mana saya merasa kuat. Kemudian, ketika Anda memimpin balapan, Anda bisa mengontrol kecepatan dengan lebih baik," ujarnya. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) beraksi dalam sesi Kualifikasi di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 6 Juni 2026, dalam rangkaian MotoGP Hongaria 2026. (Foto oleh FERENC ISZA / AFP) Rencana Menurut Marquez, manuver tersebut lebih memungkinkan dilakukan ketika hanya ada satu pebalap di depannya. "Ketika hanya ada satu pebalap di depan, lebih mudah untuk menyerang dengan cara seperti itu," kata Marquez. "Ketika pebalap di depan mengerem, Anda mengerem sedikit lebih lambat. Dan jika Anda melakukan kesalahan, ada area run-off," ungkapnya. "Jadi, ya, tentu saja itu berisiko. Tetapi itu adalah bagian dari balapan," kata Marquez. Marquez menegaskan dia melakukan aksi tersebut sebab tahu dia ada di ro,bongan depan. Hal itu tidak mungkin dilakukan jika dia barasa di rombongan tengah yang banyak pebalap di depannya.