Setiap pebalap MotoGP memiliki cara berbeda dalam memahami karakter motor. Hal tersebut juga memengaruhi bagaimana para pebalap memberikan masukan kepada teknisi saat melakukan pengembangan. Jonas Torstensson, Manajer Balap Sepeda Motor Ohlins, yang telah bekerja dengan banyak pebalap, melihat perbedaan tersebut pada Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Francesco Bagnaia. Torstensson mengatakan Rossi memiliki kemampuan istimewa dalam menerjemahkan apa yang dirasakan saat mengendarai motor menjadi masukan teknis untuk para insinyur. Menurut Torstensson, Rossi memiliki kemampuan untuk merasakan perubahan kecil pada motor dan menjelaskannya kepada teknisi. Ohlins Indonesia “Valentino dia memiliki sesuatu yang istimewa. Ketika dia naik motor, motor itu seolah berbicara kepadanya, dan dia bisa menerjemahkannya untuk memberi tahu para teknisi apa yang perlu dilakukan pada motor agar bisa melaju lebih cepat,” katanya dilansir dari Crash, Selasa (25/8/2026). Kemampuan tersebut menjadi penting dalam pengembangan motor MotoGP. Pebalap tidak hanya dituntut melaju cepat, tetapi juga harus mampu menjelaskan apa yang dirasakan saat motor dikendarai. Masukan tersebut kemudian digunakan teknisi untuk menentukan perubahan pada suspensi, sasis, elektronik, maupun komponen lainnya. Marquez Paling Kencang Berbeda dengan Rossi, Marc Marquez dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam mengendarai motor meski kondisinya belum sempurna. overtake Marc Marquez dan Diggia Torstensson bahkan menyebut Marquez mungkin menjadi salah satu pebalap yang paling memahami karakter motor. “Marc Marquez mungkin memahami motor lebih baik daripada siapa pun. Dia juga bisa menentukan apa yang dibutuhkan motor agar bisa melaju lebih cepat; masukannya juga sangat bagus," ungkapnya. "Pada saat yang sama, jika Anda melakukan kesalahan atau tidak menemukan setelan terbaik, dia tetap akan sangat cepat," kata Torstensson. Torstensson kemudian menceritakan pengalamannya saat Marquez menjalani tes dengan komponen baru. Meski tidak menyukai komponen tersebut, Marquez tetap mampu mencatat waktu yang kompetitif. Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) “Kami pernah melakukan beberapa tes ketika kami membawa sesuatu yang baru, kemudian dia keluar dan mencatat waktu yang sangat bagus. Kami lalu berkata, ‘Wow, perangkat ini sangat bagus.’ Kemudian dia kembali dan berkata, ‘Tidak, saya tidak menyukainya’," katanya. “Kemudian kami bertanya kepadanya, ‘Kalau begitu, bagaimana Anda bisa begitu cepat?’ Dia menjawab, ‘Saya hanya mendorong lebih keras’,” ucap Marquez kepada Torstensson. Bagnaia Sangat Sensitif Sementara itu, Francesco "Pecco" Bagnaia memiliki karakter yang berbeda lagi. Torstensson menyebut Bagnaia dan Marquez sama-sama sensitif terhadap karakter motor. Bedanya, Bagnaia lebih membutuhkan setelan motor yang tepat untuk bisa tampil maksimal. “Pecco sering dikritik karena sangat sensitif, tetapi dari sudut pandang saya, dia adalah pebalap yang sangat hebat. Ketika kami menguji sesuatu dengannya, dia benar-benar tahu bagaimana menjelaskan apa yang terjadi, dan masukannya sangat bagus," ungkapnya. “Memang benar bahwa dia sensitif dengan cara yang berbeda (dari Marquez), dia membutuhkan motor yang disetel dengan tepat untuk bisa melaju cepat. Sebagai seorang teknisi, untuk pengujian, itu adalah hal yang sangat baik,” katanya. Ohlins tipe hose type Menurut Torstensson, karakter pebalap seperti Bagnaia menguntungkan tim ketika melakukan pengembangan. Bagnaia mampu merasakan perubahan pada motor dan menjelaskan dampaknya kepada teknisi. Dengan begitu, tim dapat lebih mudah menentukan apakah sebuah komponen atau perubahan setelan memberikan keuntungan atau justru sebaliknya. Ohlins Ohlins sendiri memiliki pengalaman panjang di dunia balap motor. Perusahaan asal Swedia tersebut meraih gelar juara dunia kelas 500 cc pertamanya bersama Eddie Lawson pada 1984. Saat ini, Ohlins memasok suspensi untuk hampir seluruh pabrikan MotoGP. Kecuali tim KTM yang menggunakan produk WP, merek suspensi milik grup yang sama. Suspensi menjadi salah satu komponen penting pada motor MotoGP karena berpengaruh terhadap kemampuan motor mengerem, berbelok, serta menyalurkan tenaga ke aspal. Karena itu, masukan dari pebalap seperti Rossi, Marquez, dan Bagnaia menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.