Marc Marquez berhasil membalikkan keadaan dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Pebalap Ducati Lenovo tersebut kini memimpin klasemen untuk pertama kalinya musim ini setelah meraih kemenangan ganda di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, San Marino. Hasil tersebut terasa semakin istimewa jika melihat kondisi Marquez beberapa seri sebelumnya. Tujuh seri sebelum MotoGP San Marino, Marquez baru saja kembali dari operasi ketika tampil di Mugello. Saat itu, juara dunia bertahan tersebut hanya menempati posisi kedelapan klasemen dan tertinggal 102 poin dari pemuncak. Namun, situasi berubah drastis dalam beberapa seri berikutnya. Ketika ditanya apakah dirinya pernah membayangkan bisa memimpin klasemen saat MotoGP kembali ke Misano, Marquez mengaku saat itu tidak terlalu memikirkan perebutan gelar. "Saya siap untuk balapan di Mugello, memang belum 100 persen, tetapi itu juga menjadi cara untuk mempersiapkan diri jika ingin memiliki peluang memenangkan balapan," ujar Marquez, mengutip Crash, Selasa (14/9/2026). "Saya tidak memikirkan kejuaraan karena saat itu semuanya bukan berada di tangan saya," lanjutnya. Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez (kanan) menyalip pebalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi pada putaran terakhir Sprint Race MotoGP Jerman 2025 di Sirkuit Sachsenring, di Hohenstein-Ernstthal dekat Chemnitz, Jerman timur pada 12 Juli 2025. (Foto oleh Ronny Hartmann / AFP) Rival Ikut Membantu Kebangkitan Marquez Selain performanya yang meningkat, Marquez juga tidak menampik bahwa hasil buruk para rival turut membantunya memangkas ketertinggalan di klasemen. "Memang benar para rival memberi saya sebuah hadiah. Ketika saya mencicipi hadiah tersebut, rasanya manis," kata Marquez. "Jadi, saya mencoba mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari gaya balap saya, motor saya, dan tim saya," kata dia. Marquez meninggalkan Mugello tanpa podium pada balapan utama musim ini. Namun, pada seri berikutnya di Balaton Park, ia langsung bangkit dengan meraih kemenangan pada Sprint Race dan balapan utama. Hasil tersebut menjadi salah satu dari empat akhir pekan yang memberikan Marquez raihan poin maksimal sepanjang musim ini. Di sisi lain, sejumlah hasil buruk membuat para pesaingnya kehilangan banyak poin. Jorge Martin yang sempat memimpin klasemen sejak MotoGP Belanda di Assen, kini memiliki jumlah poin yang sama dengan Marquez. Namun, Martin hanya meraih satu kemenangan dalam 18 balapan terakhir dan kemenangan tersebut didapat pada Sprint Race. Sementara itu, rekan setim Martin di Aprilia, Marco Bezzecchi, juga mengalami sejumlah hasil buruk. Mantan pemimpin klasemen tersebut gagal mencetak poin dalam 10 balapan musim ini. Salah satu hasil terburuknya terjadi di Misano ketika Bezzecchi terjatuh pada lap pembuka saat sedang memimpin balapan. Marc Marquez juara di MotoGP San Marino 2026 Marquez Harus Mengubah Cara Balapan Meski mendapat keuntungan dari hasil para rival, perjalanan Marquez menuju puncak klasemen tidak berlangsung mudah. Ia sempat terkena penalti dan mengalami masalah teknis pada balapan di Buriram. Marquez juga melakukan kesalahan di COTA, Jerez, dan Le Mans. Belum lagi masalah saraf yang membuatnya harus menjalani operasi. "Tahun lalu saya merasa yakin dan kuat. Jadi, itu merupakan kombinasi yang sangat bagus. Tahun ini, ketika Anda memiliki sejumlah keraguan, semuanya menjadi lebih sulit," ujar Marquez. "Ketika saya mengatakan yakin, saya selalu percaya pada diri sendiri, tetapi terkadang memang sulit untuk mengambil beberapa keputusan," lanjutnya. Salah satu perubahan yang dilakukan Marquez adalah mengatur kondisi fisiknya, terutama kekuatan bahu, sepanjang akhir pekan balapan. Ia tidak lagi memaksakan diri sejak sesi latihan bebas pertama hingga pemanasan sebelum balapan. "Seperti saat FP1, jangan terlalu memaksakan diri. Saat warm-up, jangan terlalu banyak melakukan lap. Karena pebalap lain tetap membalap dan Anda juga ingin membalap karena berpikir, saya kehilangan waktu di sini," ucap Marquez. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kondisi hingga balapan utama. "Namun pada akhirnya, saya harus menjalani akhir pekan balapan dengan cara yang berbeda," kata dia. "Terkadang dengan pendekatan seperti itu, saya akan menjadi yang tercepat. Terkadang pebalap lain akan lebih cepat dari saya. Namun, saya selalu berusaha menemukan batas maksimal saya," lanjutnya. Sebagai informasi Marquez kini berada di posisi pertama klasemen dengan raihan 274 poin, diikuti Martin dengan jumlah poin yang sama. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 241 poin.