Jorge Martin yakin dirinya bisa melawan Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Meski perlahan poinnya mulai terkejar, tapi hingga saat ini Martin masih berada di puncak klasemen sementara. Martin mengaku merasa "gila" karena masih mampu memimpin klasemen meski dirinya masih dalam proses beradaptasi dan belajar bersama Aprilia. Dia sempat tampil dominan dengan meraih kemenangan ganda pada seri Le Mans. Namun, setelah itu performanya belum kembali konsisten. Dari 16 balapan terakhir, pebalap asal Spanyol tersebut hanya mampu meraih satu kemenangan Sprint. Bahkan, Martin harus mengakhiri akhir pekan MotoGP Aragon tanpa podium. Hasil tersebut tidak membuat Martin kehilangan optimisme. Ia yakin Aprilia masih memiliki peluang untuk kembali kompetitif dan bersaing dengan Marc Marquez yang kini menjadi salah satu rival terdekatnya dalam perebutan gelar juara dunia. Masih Kesulitan Martin memang absen pada MotoGP Aragon tahun lalu akibat cedera. Namun, ia menilai kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan atas hasil yang diraihnya tahun ini. Pada dua balapan di Aragon, Martin hanya mampu finis di posisi kelima. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di podium usai balapan MotoGP Aragon di Sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 30 Agustus 2026. (Foto oleh Pierre-Philippe MARCOU / AFP) "Itu bukan alasan, karena ada beberapa balapan yang tidak saya ikuti tahun lalu, namun saya tetap tampil cepat," ujar Martin, dikutip dari Crash.net, Rabu (2/9/2026). Martin mengatakan, dirinya dan tim berusaha tidak melakukan perubahan besar pada motor Aprilia selama akhir pekan balap. "Jadi ya, saya memang kesulitan. Kami berusaha menjaga semuanya tetap sederhana, tidak terlalu banyak mengubah setelan motor. Namun pada akhirnya, hari ini saya membutuhkan bantuan lebih," kata Martin. "Bahkan Marco, yang menurut saya hampir menjadi favorit juara, juga kesulitan selama balapan. Saya rasa ini adalah bagian dari kejuaraan. Ada balapan di mana kami [Aprilia] tampil lebih baik, dan ada pula saat kami kurang kompetitif," ujarnya. Martin menambahkan, yang terpenting adalah belajar, terus meningkatkan kecepatan serta kepercayaan diri, dan menatap balapan berikutnya dengan optimisme. Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, berselebrasi saat melewati garis finis di MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 10 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) "Misano adalah sirkuit yang sangat saya sukai, tempat kami memiliki cengkeraman ban yang baik. Saya yakin dengan motor Aprilia dan gaya balap saya, kami bisa bangkit kembali dan tampil cepat lagi," ujar Martin. Martin Masih Pimpin Klasemen Martin datang ke Misano dengan status pemimpin klasemen MotoGP. Ia mulai memimpin kejuaraan sejak seri Assen. Saat ini, Martin memiliki keunggulan 19 poin atas Marc Marquez dan 24 poin atas Marco Bezzecchi. Dengan selisih tersebut, persaingan masih terbuka lebar. Secara matematis, ketiga pebalap tersebut memiliki peluang untuk memimpin klasemen setelah seri Misano berakhir. Martin pun mengakui Marquez dan Bezzecchi sebagai pesaing utama dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. "Menurut saya, baik Marco maupun Marc adalah pesaing gelar juara bersama saya. Saya merasa bahwa, meskipun masih dalam proses belajar, saya sedang memimpin. Jadi, rasanya luar biasa. Saya sangat senang. Dan menurut saya, mulai sekarang, saya bisa mempertahankan posisi memimpin itu, bahkan jika Marc mengejar," kata Martin. "Saya rasa ada beberapa balapan yang sangat cocok bagi saya, dan saya berharap semua yang telah kami pelajari selama 14 balapan ini dapat membantu saya untuk bersaing,” ujarnya.