Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez menilai perkembangan teknologi aerodinamika membuat motor MotoGP saat ini kehilangan karakter yang dulu memungkinkan pebalap menunjukkan kemampuan individunya. Menurut juara dunia MotoGP delapan kali itu, motor generasi sekarang menuntut gaya balap yang sangat presisi karena seluruh perilaku motor sudah ditentukan oleh paket aerodinamika. Ia bahkan mengatakan era MotoGP sekitar 2014 hingga 2016 menjadi periode yang paling dinikmati karena motor belum dibekali perangkat aerodinamika canggih. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) "Periode yang paling saya nikmati adalah 2014, 2015, dan 2016, ketika belum ada aerodinamika," kata Marquez dikutip Crash.net, Sabtu (25/7/2026). "Sekarang motornya memang menyenangkan untuk dikendarai, tetapi lebih seperti gaya robot. Anda harus mengikuti apa yang diinginkan aerodinamika dan tidak bisa memaksakan motor mengikuti kemauan pebalap," ujarnya. Aerodinamika Batasi Peran Pebalap Marquez menilai, pada era sebelum penggunaan perangkat aerodinamika secara masif, pebalap masih bisa memperoleh keuntungan dengan mengendarai motor secara agresif. Kala itu, teknik seperti membuat ban belakang sedikit bergeser (sliding) atau mengendalikan motor yang mulai kehilangan traksi justru dapat menghasilkan waktu putaran yang lebih cepat. Sebaliknya, pada motor MotoGP saat ini, gaya berkendara seperti itu justru membuat performa menurun. "Kalau sekarang memaksakan motor keluar dari karakter yang diinginkan aerodinamika, justru Anda akan lebih lambat," kata Marquez. Ia juga menyoroti perubahan karakter saat ban depan mulai kehilangan grip. Gaya tekan ke bawah (downforce) yang besar membuat ban depan menerima beban lebih tinggi sehingga peluang menyelamatkan motor dari insiden front-end washout jauh lebih kecil dibandingkan beberapa tahun lalu. "Itulah sebabnya sekarang kita hampir tidak lagi melihat aksi penyelamatan ketika ban depan kehilangan cengkeraman. Tekanan pada ban terlalu besar sehingga motor sulit kembali stabil," ujar Marquez. Meski kini membela Ducati, Marquez menegaskan pendapat tersebut tidak berkaitan dengan merek motor yang dikendarainya. Menurut dia, perubahan tersebut murni disebabkan evolusi teknologi MotoGP. Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 Regulasi 2027 Sebagai upaya meningkatkan kualitas balapan, MotoGP akan menerapkan regulasi teknis baru mulai musim 2027. Aturan tersebut mencakup pengurangan penggunaan perangkat aerodinamika serta pelarangan penuh ride height device, teknologi yang selama beberapa musim terakhir menjadi salah satu faktor utama peningkatan performa motor MotoGP. Namun, Marquez sebelumnya mengaku masih berharap pembatasan aerodinamika pada regulasi baru dibuat lebih besar agar kemampuan pebalap kembali menjadi faktor yang lebih dominan dalam balapan.