Marc Marquez harus menerima hasil kurang maksimal pada MotoGP Inggris 2026. Datang ke Sirkuit Silverstone dengan jarak hanya 18 poin dari pemuncak klasemen, pebalap Ducati Lenovo itu justru pulang dengan tertinggal 40 poin dari Jorge Martin. Hasil tersebut menjadi akhir pekan terburuk Marquez sejak kembali dari operasi bahu pada Mei lalu. Padahal, pebalap asal Spanyol itu datang dengan modal positif setelah meraih kemenangan ganda pada MotoGP Jerman di Sachsenring. Pada balapan Sprint MotoGP Inggris, Marquez kesulitan akibat degradasi ban belakang yang cukup parah. Kondisi tersebut membuat juara bertahan MotoGP itu harus puas finis di posisi kesembilan. Memasuki balapan utama, Marquez mencoba bangkit dengan menggunakan ban belakang medium seperti mayoritas rivalnya. Namun, performanya belum cukup untuk bersaing memperebutkan podium. Sempat berada di posisi keempat pada awal balapan, Marquez harus turun posisi setelah dilewati adiknya, Alex Marquez, pada lap keenam dari total 20 lap. Tidak lama berselang, ia juga kehilangan posisi dari Pedro Acosta yang akan menjadi rekan setimnya musim depan di KTM. Pada fase akhir balapan, Fabio Di Giannantonio dari VR46 kembali menyalip Marquez dan membuatnya finis di posisi ketujuh. Marquez menyelesaikan balapan dengan selisih 9,6 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) yang keluar sebagai pemenang MotoGP Inggris. Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. Tidak Menemukan Performa Terbaik Usai balapan, Marquez tidak mencari alasan atas hasil yang didapatnya di Silverstone. Menurutnya, motor dan ban tidak mengalami masalah besar, tetapi dirinya tidak mampu menemukan cara untuk tampil lebih baik. "Motornya bekerja dengan baik, bannya juga bekerja dengan baik. Hanya saja hari ini saya tidak menemukan cara untuk tampil lebih baik dan posisi ketujuh itu adalah sesuatu yang secara teori memang sudah bisa kami perkirakan," ujar Marquez, dikutip dari Crash, Minggu (8/9/2026). Marquez menyebut target realistisnya adalah finis di posisi lima besar. Namun, ia tidak mampu menjalani balapan dengan cara terbaik. "Hasil yang optimistis adalah posisi lima besar, tetapi kami tidak mampu mengelolanya dengan cara terbaik dan akhirnya finis ketujuh," kata Marquez. Menurutnya, perbedaan utama dibandingkan balapan Sprint adalah kondisi ban yang lebih stabil. "Hanya bannya yang bekerja lebih baik hari ini, untuk semua pebalap. Hal positifnya adalah kami tidak mengalami penurunan performa yang besar. Ban tetap oke. Bahkan di lap-lap terakhir, kami masih bisa melaju cepat," ujarnya. Dirinya Sendiri Jadi Masalah Meski hanya menjadi pebalap Ducati terbaik ketiga di Silverstone, Marquez justru tidak menyalahkan motor maupun tim. Saat ditanya mengenai masalah utama yang membuatnya kalah dari pebalap Ducati lain, jawaban Marquez cukup sederhana. "Diri saya sendiri," ucap Marquez. Pebalap sembilan kali juara dunia itu mengakui kondisi fisiknya masih menjadi faktor yang harus ia kelola. Sebelumnya, Marquez memang fokus memperbaiki kondisi bahunya selama jeda musim panas. Menurut Marquez, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, terutama saat melakukan time attack. Namun, daya tahan fisik masih menjadi pekerjaan rumah. "Ini pertama kalinya dalam time attack saya bisa mengendarai motor dengan baik, tetapi daya tahan adalah bagian yang masih harus saya tingkatkan," katanya. Marquez juga memberikan apresiasi kepada Alex Marquez yang tampil lebih cepat di Silverstone. "Bahkan tahun lalu ketika saya berada dalam kondisi terbaik, Alex lebih cepat dari saya di sirkuit ini," ujar Marquez. "Alex membalap dengan sangat baik dan dia memang lebih cepat dari kami. Maksud saya, kami menggunakan motor yang sama," lanjutnya. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Kejar Gelar MotoGP Meski kehilangan banyak poin dalam persaingan juara dunia, Marquez mengaku tidak terlalu khawatir dengan situasinya. Menurut dia, target utamanya saat ini bukan hanya mengejar gelar, tetapi juga menikmati proses balapan. "Saya tidak khawatir, karena semuanya tergantung pada target Anda. Target saya adalah menikmati saat mengendarai motor," ucap Marquez. Marquez menegaskan, tambahan gelar juara dunia MotoGP tidak akan mengubah kehidupannya di masa depan. "Saya terus mengatakan itu. Ambisi saya tetap sama. Cara saya menghadapi akhir pekan balapan juga sama. Tetapi selalu realistis dan tidak terburu-buru," katanya. Marquez mengakui dirinya sudah banyak berjuang sepanjang karier. Karena itu, ia hanya ingin tampil maksimal ketika kondisi fisiknya mendukung. "Saya sudah cukup banyak bertarung sepanjang karier saya. Saya akan bertarung ketika merasa dalam kondisi baik. Tetapi jika tidak merasa baik, saya ingin tetap berada di atas motor," ujar Marquez. Seri berikutnya akan berlangsung di Aragon, salah satu sirkuit favorit Marc Marquez. Musim lalu, pebalap Ducati tersebut berhasil meraih kemenangan ganda di trek tersebut. Sementara itu, rekan setimnya, Francesco Bagnaia, mengalami akhir pekan yang lebih buruk. Setelah kesulitan dengan degradasi ban pada Sprint, Bagnaia gagal finis di balapan utama setelah mengalami kecelakaan.