Marc Marquez berhasil menorehkan sejarah usai memenangi MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Kemenangan tersebut menjadi yang ke-10 bagi pebalap Ducati Lenovo Team itu di kelas utama MotoGP di sirkuit tersebut, sekaligus menyamai rekor legenda balap Giacomo Agostini. Rekor 10 kemenangan di kelas premier sebelumnya dipegang Agostini saat berjaya di Sirkuit Imatra pada periode 1966 hingga 1975. Catatan itu bertahan selama lebih dari lima dekade sebelum akhirnya disamai Marquez. Meski berhasil mencatatkan sejarah baru, Marquez mengaku tidak bisa menikmati kemenangan itu sepenuhnya. Penyebabnya, sang adik, Alex Marquez, gagal finis setelah terjatuh saat sedang berada di posisi kedua. Rekor Bersejarah di Sachsenring Marquez mengakui, meraih 10 kemenangan di satu sirkuit merupakan pencapaian yang sangat spesial. Namun, ia merasa podium akan terasa lebih sempurna apabila Alex juga berhasil menyelesaikan balapan. Terlebih, menurut Marquez, adiknya telah bekerja sangat keras untuk kembali kompetitif setelah mengalami cedera pada MotoGP Catalunya dua bulan lalu. "Sepuluh kemenangan di satu sirkuit di kelas MotoGP adalah sesuatu yang luar biasa. Sejujurnya saya tidak bisa merasa 100 persen bahagia karena saya ingin melihat Alex juga ada di sini, di podium," kata Marquez, dikutip dari Crash, Selasa (21/7/2026). Alex Marquez (kiri) dan Marc Marquez (kanan) kala beraksi dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2025 di Sirkuit Internasional Buriram, Sabtu (1/3/2025). (Photo by Lillian SUWANRUMPHA / AFP) "Saya melihat bagaimana dia bekerja setelah balapan di Montmelo dan itu luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi saya. Saya tahu dia pekerja keras, tetapi yang dia lakukan jauh lebih dari yang saya bayangkan dan dia membalap dengan sangat baik," lanjutnya. Meski demikian, pebalap asal Spanyol tersebut tetap mengapresiasi kerja tim Ducati Lenovo yang mampu menemukan setelan terbaik sepanjang akhir pekan balapan. "Di sisi garasi kami, semuanya bekerja sangat baik dan kami berhasil menemukan cara terbaik untuk memaksimalkan hasil akhir pekan ini," katanya. Sempat Bermasalah dengan Ban Depan Marquez juga mengungkapkan, balapan tidak berjalan semulus yang terlihat. Ia sempat mengalami masalah pada ban depan ketika memutuskan langsung menekan sejak awal lomba. Menurut dia, sensasi pada ban depan terasa tidak normal sehingga dirinya memilih mengurangi kecepatan untuk memahami kondisi motor sebelum kembali meningkatkan ritme balap. "Saya menekan sejak awal, tetapi kemudian saya melihat ban depan sudah berada di batas. Rasanya aneh dan saya tidak tahu apakah ban depan mulai mengalami graining atau ada hal lain yang terjadi," kata Marquez. Keputusan untuk sedikit melambat membuat rombongan pebalap di belakang kembali mendekat. Namun, setelah memahami karakter ban depan, Marquez kembali meningkatkan kecepatannya. "Saya kemudian sedikit melambat dan saat itulah rombongan kembali mendekat. Setelah saya memahami kondisi ban depan, saya kembali menyerang. Serangan kedua itulah yang membuat saya mulai membuka jarak," ujarnya. Setelah berhasil menciptakan selisih sekitar dua detik, Marquez yakin tidak ada pebalap yang mampu mengejarnya di Sachsenring. "Di sirkuit ini, kalau sudah unggul sekitar satu setengah sampai dua detik, akan sangat sulit bagi pebalap lain untuk mengejar kembali," kata Marquez.