CEO Aprilia Massimo Rivola meyakini persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 akan berlangsung hingga seri penutup musim. Meski demikian, ia menilai Marc Marquez kini menjadi pebalap yang paling difavoritkan untuk meraih titel. Pandangan tersebut muncul di tengah kebangkitan performa Marc Marquez pada paruh kedua musim. Juara dunia bertahan itu sempat tertinggal jauh di klasemen setelah Grand Prix Italia akibat masih bergulat dengan cedera bahu kanan yang belum sepenuhnya pulih. Marquez Kembali Mengancam di Paruh Musim Namun, sejak balapan di Mugello, Marquez mampu membalikkan keadaan. Pebalap asal Spanyol tersebut sukses memenangi tiga grand prix, sekaligus memanfaatkan menurunnya performa Marco Bezzecchi yang sebelumnya memimpin klasemen. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Hasil itu membuat Marquez kembali masuk dalam perebutan gelar. Seusai Grand Prix Jerman, ia kini hanya berjarak 18 poin dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin. Pada awal musim, Aprilia sempat diprediksi menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar. Akan tetapi, Ducati perlahan mampu memangkas ketertinggalan dan kembali menjadi penantang serius menjelang paruh kedua musim. Dalam wawancara bersama Sky Sports, Rivola mengaku tidak terlalu memusingkan posisi klasemen saat ini. Meski begitu, ia menilai Marquez tetap menjadi pebalap yang paling diunggulkan. Marc Marquez “Seperti yang selalu saya katakan sejak awal, kami tidak melihat klasemen, apalagi sekarang," ujar Rivola, dikutip dari Crash.net, Sabtu (25/7/2026). Rivola menegaskan kekuatan Aprilia bukan hanya berasal dari tim pabrikan, tetapi juga dukungan dari tim satelit yang sama-sama memiliki pebalap kompetitif. “Kami tahu kami memiliki pebalap yang sangat kuat, baik kami maupun tim satelit kami. Kami tahu motornya sangat kompetitif, jadi saya selalu berpikir ini akan menjadi kejuaraan dunia yang akan diperebutkan hingga balapan terakhir," kata Rivola. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi “Sangat fantastis untuk menjadi bagian dari permainan ini, dan sangat fantastis untuk menjadi bagian dari tantangan yang sepenuhnya Italia untuk gelar juara dunia kaliber ini," ujarnya. Gelar Juara Akan Ditentukan hingga Balapan Terakhir Rivola menambahkan, Aprilia akan berjuang hingga seri terakhir. Meskipun, dia yakin sejak beberapa seri belakangan ini Marc Marquez mulai kembali mengejar. “Kami tahu ada seorang pebalap bernama Marc Márquez di sana yang jelas memiliki keunggulan dalam semua prediksi, dia adalah favorit, tetapi kami tidak akan pernah menyerah,” kata Rivola. Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, berselebrasi saat melewati garis finis di MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 10 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Ducati dan Aprilia Sama-sama Punya Tiga Pemenang Balapan Hingga pertengahan musim, Ducati dan Aprilia sama-sama menunjukkan kedalaman skuad yang kuat. Kedua pabrikan tersebut berhasil meraih kemenangan grand prix bersama tiga pebalap berbeda. Aprilia mencatat kemenangan melalui Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Ai Ogura yang membela tim Trackhouse. Sementara Ducati meraih kemenangan lewat Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio bersama VR46, serta Alex Marquez yang memperkuat Gresini Racing.