Marc Marquez masih harus beradaptasi dengan kondisi fisiknya setelah mengalami cedera serius pada bahu dan lengan kanan. Dokter bedah yang menangani Marquez, Samuel Antuna, mengungkapkan bahwa kekuatan lengan kanan pebalap Ducati tersebut saat ini hanya sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normalnya. Cedera itu merupakan dampak panjang dari kecelakaan yang dialami Marquez saat MotoGP Indonesia 2025. Saat itu, Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi yang menyebabkan cedera kompleks pada bahu kanannya. Masalah tersebut kemudian kembali muncul pada musim MotoGP 2026. Foto lengan Marc Marquez Marquez sempat mengalami gangguan saraf yang membuatnya kehilangan kendali atas lengan kanan ketika mengendarai motor. Kondisi itu bahkan berkontribusi terhadap sejumlah kecelakaan yang dialaminya pada awal musim. Operasi ketujuh Untuk mengatasi masalah tersebut, Marquez kembali menjalani operasi pada Mei 2026. Operasi itu menjadi salah satu prosedur penting dalam penanganan cedera pada bahu dan lengan kanannya. Menurut Antuna, pemeriksaan menemukan adanya bagian tulang yang menekan saraf radial ketika lengan Marquez berada pada posisi tertentu. “Pada posisi tertentu saat balapan dan latihan, Marc benar-benar kehilangan kendali atas lengannya dan itulah sebabnya ia terjatuh,” kata Antuna dilansir dari Crash, Senin (7/9/2026). Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan Sprint Race MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 29 Agustus 2026. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) Dalam operasi tersebut, dokter mengangkat fragmen tulang yang menekan saraf serta beberapa sekrup. Setelah menjalani prosedur tersebut, kondisi Marquez mengalami perkembangan positif. Meski masalah sarafnya telah teratasi, kekuatan lengan kanan Marquez belum sepenuhnya pulih. Antuna mengatakan kondisi lengan kanan Marquez sebelum kecelakaan di Indonesia sebenarnya sudah cukup baik. Meskipun lebih lemah dibandingkan lengan kiri akibat sejumlah operasi sebelumnya, Marquez masih bisa mengendarai motor tanpa rasa sakit. “Kekuatan yang bisa ia hasilkan dengan lengan kanannya tidak sebanding dengan lengan kirinya. Namun, sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik-baik saja. Ia bisa mengendarai motor, tidak merasakan sakit, dan tidak mengeluhkan apa pun," ungkapnya. “Kecelakaan itu mengubah segalanya,” kata Antuna. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengendarai motornya untuk memenangkan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Kekuatan berkurang Dampak dari sejumlah operasi membuat beberapa otot di sekitar bahu dan lengan kanan Marquez mengalami perubahan. Antuna menjelaskan, otot latissimus dorsi atau otot punggung lebar milik Marquez masih kuat. Namun, secara mekanis otot tersebut sudah mengalami perubahan. Hal serupa terjadi pada otot teres major. Masalah terbesar, menurut Antuna, terdapat pada kekuatan otot bisep Marquez. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) beraksi dalam balapan utama MotoGP Hongaria 2026 di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) “Ia memiliki otot latissimus dorsi yang kuat, tetapi secara mekanis otot tersebut mengalami gangguan," katanya. “Hal yang sama juga terjadi pada otot teres major. Namun, masalah utamanya adalah ia kehilangan kekuatan pada otot bisep," ungkapnya. “Lengan tersebut sangat terbatas dalam hal kekuatan, terutama pada bisep. Saya memperkirakan kekuatannya sekitar 50 persen dari kapasitasnya,” kata Antuna. Antuna menegaskan, bukan berarti Marquez kehilangan sejumlah otot akibat operasi. Namun, beberapa otot mengalami atrofi atau penyusutan serta perubahan akibat prosedur bedah yang telah dijalani. “Marc tidak kehilangan otot, tetapi otot trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pectorals major terdampak oleh berbagai operasi yang telah dijalaninya," ujarnya. “Otot-otot tersebut sedikit mengalami atrofi dan perubahan. Inilah alasan lengan kanannya tidak memiliki kekuatan yang sama dengan lengan kirinya,” katanya. Kompetitif di MotoGP Keterbatasan fisik tersebut tidak menghentikan Marquez untuk bersaing di papan atas MotoGP 2026. Setelah menjalani operasi pada Mei, Marquez mampu memenangi empat seri dan memangkas ketertinggalannya di klasemen secara signifikan. Ia bahkan hanya terpaut 19 poin dari pemuncak klasemen setelah sebelumnya tertinggal 102 poin seusai MotoGP Italia di Mugello. Namun, Marquez harus mengubah cara mengatur tenaga sepanjang akhir pekan balapan. Dalam MotoGP Inggris di Silverstone, misalnya, Marquez mengakui kondisi lengan kanannya membuatnya harus lebih menghemat tenaga. Ia kemudian menjelaskan bahwa masalah tersebut berkaitan dengan tujuh operasi yang telah dijalani pada bahu kanannya. Marquez juga mengakui bahwa dirinya perlu kembali menyesuaikan gaya balap dengan kondisi fisiknya.