Ducati Corse resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Marc Marquez pada 23 Juni 2026. Juara dunia sembilan kali itu dipastikan tetap membela tim pabrikan asal Italia tersebut hingga akhir musim MotoGP 2028, dan merupaka salah satu kontrak tercepat yang diumumkan. Pengumuman itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Marquez yang kontraknya semula berakhir pada penghujung musim 2026. Namun di balik tercapainya kesepakatan tersebut, Ducati mengaku sempat melalui proses negosiasi yang tidak mudah. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengendarai motornya untuk memenangkan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) MotoGP Indonesia Penyebabnya bukan persoalan nilai kontrak maupun persaingan dengan tim lain, melainkan cedera yang dialami Marquez pada MotoGP Indonesia 2025. Insiden itu membuat cedera lama di bagian tubuh atas kembali kambuh sehingga Marquez harus mengakhiri musim lebih cepat dan menjalani operasi serta rehabilitasi. Kondisi itu membuat Ducati tidak bisa langsung menyelesaikan kontrak baru. Ducati memilih menunggu hingga mendapat kepastian bahwa Marquez benar-benar pulih dan masih mampu bersaing di level tertinggi. Direktur Olahraga Ducati Corse, Mauro Grassilli, mengatakan Ducati sebenarnya memiliki strategi untuk segera mengamankan kontrak pebalap yang menyandang status juara dunia. "Ducati sudah lama memiliki strategi yang jelas. Tujuan kami selalu mengikat juara dunia untuk periode kontrak berikutnya secepat mungkin. Itulah yang kami lakukan bersama Pecco. Setelah dia menjadi juara dunia pada 2023, kami langsung memastikan dia tetap membela kami pada 2025 dan 2026," katanya dilansir dari Speedweek, Senin (27/7/2026). Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Grassilli mengatakan, memperpanjang kontrak Marquez di Ducati Lenovo jauh lebih rumit dibandingkan saat merekrutnya dari Gresini Racing pada akhir 2024. "Sejujurnya, kami melewati beberapa bulan yang sangat sulit. Jauh lebih mudah ketika kami menandatangani kontrak pertama dengan Marc. Saat dia pindah dari Gresini ke Ducati Lenovo pada akhir 2024, semuanya berjalan lancar," katanya. Takut Marquez Pensiun Grassilli mengatakan, meski Marquez sedang menjalani pemulihan cedera, Ducati tetap menjadikannya prioritas utama. Namun masalahnya Ducati tidak menyiapkan alternatif lain apabila Marquez memutuskan pensiun karena alasan kesehatan. "Situasi musim dingin lalu sama sekali tidak mudah. Sejujurnya, kami tidak memiliki rencana B," katanya. "Untuk urusan Marc, kami melakukan segala yang kami bisa agar tetap bekerja sama dengannya. Selama berbulan-bulan Ducati berpegang pada keputusan itu. Tidak ada alternatif lain bagi kami, yang kami pikirkan hanya Marc," ujarnya. Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 Opsi Lain Grassilli menyebut Ducati sebenarnya tidak kekurangan pilihan pebalap. Ducati memiliki banyak nama baik dari tim pabrikan atau tim satelit. Tim pabrikan memiliki sejumlah nama yang bisa dipromosikan, seperti Fabio Di Giannantonio, Alex Marquez, Fermin Aldeguer, hingga Nicolo Bulega. Selain itu, Pedro Acosta juga sudah dipastikan bergabung dari KTM untuk musim 2027. Meski demikian, Ducati tetap menjadikan Marquez sebagai prioritas. Kepercayaan itu terbayar setelah Marquez pulih dari cedera dan kembali tampil kompetitif, termasuk meraih kemenangan ganda di MotoGP Hungaria. Hasil tersebut meyakinkan Ducati bahwa hasrat Marquez untuk terus meraih kemenangan belum luntur. Setelah kondisi fisiknya dipastikan pulih, Ducati akhirnya menyelesaikan negosiasi dan mengikat MM93 dengan kontrak baru hingga akhir musim 2028.