MotoGP akan memulai rangkaian balapan luar negeri yang cukup menantang dengan menggelar lima seri dalam enam akhir pekan. Jorge Martin memasuki fase penting tersebut dengan kembali memimpin klasemen sementara MotoGP. Pebalap asal Spanyol itu unggul 12 poin atas Marc Marquez (Ducati) yang berstatus juara bertahan. Keunggulan tersebut diraih Martin setelah berhasil mengalahkan Marquez dalam kedua balapan di Red Bull Ring, Austria. Persaingan perebutan gelar juara dunia pun diprediksi semakin ketat, mengingat masih ada tujuh putaran tersisa. Selain Martin dan Marquez, sejumlah pebalap lain juga masih berpeluang meramaikan persaingan. Rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, saat ini menempati posisi ketiga dengan selisih 42 poin dari puncak klasemen. Sementara itu, Pedro Acosta (KTM) berada di posisi yang lebih jauh dengan terpaut 72 poin, tetapi tengah mendapat sorotan setelah meraih kemenangan perdana yang dominan di Austria. Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP San Marino 2026 Selain mereka, sejumlah pebalap yang pernah memenangi Grand Prix, seperti Fabio di Giannantonio, Ai Ogura, Raul Fernandez, dan Alex Marquez, juga berpotensi memengaruhi perolehan poin para kandidat juara. Jaga Konsistensi Martin menyadari bahwa rangkaian balapan di Asia dan Australia akan menjadi periode yang sangat menentukan dalam perburuan gelar juara dunia. Oleh karena itu, pebalap Aprilia tersebut ingin mempertahankan konsistensi bersama timnya. Martin juga memutuskan untuk tidak menjalani operasi arm pump setelah menjalani akhir pekan yang sukses di Austria. Keputusan tersebut diambil saat dirinya bersiap menghadapi seri Jepang yang berlangsung di Sirkuit Motegi. "Tur Asia dimulai dan kami menghadapinya pada saat yang tepat. Kami bekerja dengan sangat baik sebagai sebuah tim, dan saya ingin berterima kasih kepada Aprilia atas kinerja hebat mereka," ujar Martin, dikutip dari Crash.net, Rabu (30/9/2026). Marc Marquez juara di MotoGP San Marino 2026 "Kami harus terus melangkah di jalur ini, menjaga konsistensi, dan tetap fokus pada tujuan kami. Saya sangat menghormati budaya Asia, dan saya tak sabar untuk balapan di hadapan para penggemar kami di Jepang. Tahap yang sangat penting dalam kejuaraan ini pun dimulai. Ayo kita mulai!" kata Martin. Bagi Aprilia, balapan di Motegi juga menjadi kesempatan untuk menghindari terulangnya insiden pada Sprint Race MotoGP Jepang tahun lalu. Saat itu, Martin mengalami patah tulang selangka setelah bertabrakan dengan Bezzecchi di Tikungan 1. Insiden tersebut membuat Martin harus menghadapi masa pemulihan, sedangkan Bezzecchi tetap melanjutkan balapan meski mengalami kesakitan. Pebalap asal Italia itu bahkan mampu finis di posisi keempat pada balapan utama Grand Prix Jepang. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi Marco Bezzecchi Incar Hasil Positif di Motegi Bezzecchi datang ke Jepang dengan modal positif setelah dua kali finis di posisi ketiga pada seri Austria. Hasil tersebut menjadi bekal bagi pebalap Aprilia itu untuk kembali bersaing di barisan depan. Bezzecchi juga memiliki pengalaman positif di Motegi. Ia menilai karakter sirkuit tersebut cukup sesuai dengan kemampuannya dan berharap bisa kembali meraih hasil kompetitif pada akhir pekan balap kali ini. "Sungguh menyenangkan bisa pergi ke Jepang. Saya tidak sabar untuk bertemu dengan semua penggemar," kata Bezzecchi. "Saya sangat menyukai sirkuit Motegi, dan kami tampil cukup baik di sana tahun lalu. Tujuan kami adalah menjalani akhir pekan yang sukses dan melanjutkan pekerjaan yang telah kami lakukan selama ini," ujar Bezzecchi. Dengan selisih poin yang masih terbuka dan tujuh putaran tersisa, hasil di Motegi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah persaingan gelar juara dunia MotoGP musim ini.