Marc Marquez mengaku mendapat sambutan yang lebih positif dari publik Italia saat tampil pada MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano Marco Simoncelli. Hal tersebut cukup menarik mengingat hubungan Marquez dengan sebagian penggemar MotoGP Italia sempat memanas, terutama setelah rivalitasnya dengan Valentino Rossi pada musim 2015. Marquez mengaku justru terkejut melihat respons penonton di Misano yang menurutnya tidak seburuk yang mungkin dibayangkan. "Saya terkejut secara positif dengan masyarakat di sini," kata Marquez, mengutip Motosan.es, Senin (14/9/2026). Meski demikian, pebalap Ducati Lenovo itu memahami apabila mayoritas publik Italia memberikan dukungan lebih besar kepada Marco Bezzecchi. Bezzecchi merupakan salah satu pebalap Italia yang menjadi andalan di MotoGP. Selain itu, Misano memang menjadi salah satu kandang bagi para pebalap Italia. "Logikanya di sini nama Bezzecchi lebih banyak didukung dan diteriakkan dibandingkan Marquez karena memang harus seperti itu. Kami berada di Italia, tetapi di Aragon sebaliknya," ujar Marquez. Menurut Marquez, perbedaan dukungan dari penonton merupakan hal yang wajar dalam olahraga. Bagi dia, yang terpenting adalah rivalitas di lintasan tetap bisa dinikmati dan para pendukung tetap menjaga sikap saling menghormati. "Sebagai atlet, Anda lebih memilih tepuk tangan, Anda lebih memilih fair play di antara semua penggemar," ucap Marquez. Marc Marquez samai jumlah gelar juara dunia MotoGP Valentino Rossi. Valentino Rossi di Misano Pembicaraan mengenai atmosfer publik Italia kemudian mengarah kepada satu nama yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan karier Marquez, yakni Valentino Rossi. Nama Rossi kembali muncul pada akhir pekan MotoGP San Marino 2026 setelah mantan pebalap Yamaha tersebut diketahui tengah menyiapkan buku yang akan menceritakan sejumlah bagian penting dalam perjalanan kariernya. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah Rossi disebut akan membahas kembali sejumlah peristiwa yang terjadi sepanjang kariernya, termasuk perseteruannya dengan Marquez pada musim 2015. Persaingan keduanya pada musim tersebut menjadi salah satu rivalitas paling kontroversial dalam sejarah MotoGP. Hubungan Rossi dan Marquez memanas setelah sejumlah insiden yang terjadi sepanjang musim 2015. Puncaknya terjadi pada MotoGP Malaysia ketika keduanya terlibat insiden di Sirkuit Sepang. Kejadian tersebut kemudian berlanjut hingga seri terakhir di Valencia dan menjadi salah satu episode yang masih sering dibicarakan oleh penggemar MotoGP hingga sekarang. Ketika ditanya apakah dirinya penasaran dengan versi Rossi yang akan dituangkan dalam buku tersebut, Marquez memberikan jawaban yang cukup santai. "Saya tidak tahu tentang apa isinya. Mungkin saya akan membacanya ketika sudah pensiun untuk belajar sesuatu," ujar Marquez. Menurut Marquez, dirinya tetap terbuka untuk mempelajari pengalaman dari sosok-sosok besar di dunia olahraga. "Selalu bagus untuk belajar dari para legenda di semua cabang olahraga," katanya. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan Sprint Race MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 29 Agustus 2026. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) Marquez Pilih Fokus di Lintasan Kemunculan kembali nama Rossi di tengah atmosfer Misano tidak membuat Marquez larut dalam masa lalu. Pebalap asal Spanyol itu justru lebih memilih melihat situasi dari sisi olahraga. Baginya, dukungan berbeda dari masing-masing kelompok suporter merupakan bagian dari kompetisi. Hal tersebut juga terlihat ketika Marquez tampil pada Sprint MotoGP San Marino. Marquez yang memulai balapan dari posisi kedua berhasil mengambil alih posisi terdepan sejak tikungan pertama dan akhirnya memenangi Sprint. Di sisi lain, Bezzecchi mendapat dukungan besar dari publik tuan rumah. Situasi tersebut menjadi gambaran bahwa rivalitas antara Marquez dan pebalap Italia tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga menjadi bagian dari atmosfer yang membuat MotoGP San Marino semakin menarik. Namun, Marquez menegaskan bahwa dirinya lebih menghargai dukungan yang disampaikan dengan cara sportif. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu sosok paling kontroversial ketika berlaga di Italia, Marquez kini justru melihat perubahan positif dari cara publik menerima kehadirannya. Bagi pebalap Ducati tersebut, hal terpenting bukan siapa yang paling banyak mendapatkan sorakan, melainkan bagaimana persaingan tetap berlangsung dengan rasa hormat. Dan di Misano, nama Valentino Rossi memang kembali muncul. Namun kali ini, Marquez memilih melihat masa lalu tersebut sebagai bagian dari perjalanan yang bisa dipelajari, bukan sesuatu yang harus kembali diperdebatkan.