Ducati memiliki data lengkap para pebalapnya di MotoGP. Namun, menurut General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna, data tersebut tidak berarti seorang pebalap bisa begitu saja meniru gaya berkendara pebalap lainnya. Dall’Igna mengatakan setiap pebalap memiliki karakter dan kemampuan berbeda. Bahkan, ada bagian tertentu dari gaya Marc Marquez dan Francesco "Pecco" Bagnaia yang menurutnya mustahil untuk ditiru. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) "Setiap pebalap memiliki gaya yang berbeda. Meski mereka mencoba meniru satu sama lain, hal itu mustahil," kata Dall’Igna dikutip dari Crash, Jumat (21/8/2026). Marquez memiliki kemampuan yang sangat kuat ketika melewati tikungan kiri. Sementara Bagnaia dikenal memiliki kemampuan pengereman yang menjadi salah satu kekuatannya. "Sebagai contoh, gaya berkendara Marc di tikungan kiri mustahil untuk ditiru," katanya. "Kadang-kadang mustahil untuk meniru Pecco saat melakukan pengereman," ujar Dall’Igna. Francesco Bagnaia (Ducati) kembali naik ke peringkat ketiga di klasemen MotoGP usai kemenangan di Sprint Race MotoGP Malaysia 2025. Sprint Race MotoGP Malaysia 2025 digelar di Sirkuit Sepang, Sabtu (25/10/2025), siang WIB. Menurut Dall’Igna, keunggulan seperti itu tidak bisa begitu saja dipindahkan dari satu pebalap ke pebalap lain hanya dengan melihat data. "Ada fase-fase berbeda dalam berkendara, di mana pebalap tertentu bisa tampil jauh lebih baik dibandingkan pebalap lainnya," katanya. Di Giannantonio Selain Marquez dan Bagnaia, Dall’Igna juga memberikan penilaian terhadap Fabio Di Giannantonio. Pebalap VR46 tersebut disebut memiliki kemampuan istimewa dalam mempertahankan kecepatan saat menikung atau corner speed. "Untuk Fabio Di Giannantonio, saya menyoroti kecepatan di tikungan. Dia adalah salah satu yang terbaik," ujar Dall’Igna. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa setiap pebalap Ducati memiliki keunggulan berbeda. Fabio Di Giannantonio (diggia) di MotoGP Catalan Karena itu, data dari satu pebalap tidak selalu bisa digunakan untuk membuat pebalap lain memiliki gaya berkendara yang sama. Kejar Jorge Martin Di sisi lain, Marquez akan menghadapi 10 seri terakhir MotoGP 2026 dengan misi mengejar ketertinggalan di klasemen. Juara bertahan tersebut saat ini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin. Dua pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Ai Ogura, berada di antara Martin dan Marquez dalam klasemen. Sementara itu, Di Giannantonio hanya terpaut satu poin dari Marquez di posisi kelima. Bagnaia berada di posisi kedelapan. Musim 2026 juga menjadi tahun terakhir bagi Bagnaia dan Di Giannantonio bersama Ducati. Di Giannantonio akan pindah ke KTM, sedangkan Bagnaia telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan Aprilia untuk menghadapi era baru MotoGP mulai 2027.