— Ducati menyiapkan senjata baru untuk menghadapi perubahan besar regulasi MotoGP 2027. Bukan hanya lewat pengembangan mesin dan aerodinamika, tetapi juga dengan memperkuat kemampuan komputer untuk mempercepat proses riset. Ducati Corse bersama Lenovo memperluas infrastruktur high-performance computing (HPC) yang digunakan untuk mengembangkan motor balapnya. Dengan kemampuan komputasi tambahan tersebut, para insinyur Ducati dapat menjalankan lebih banyak simulasi mesin dan aerodinamika secara bersamaan. Artinya, berbagai rancangan bisa diuji terlebih dahulu melalui komputer sebelum dibuat menjadi komponen fisik dan dibawa ke lintasan. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengendarai motornya untuk memenangkan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Langkah ini penting karena Ducati menghadapi beban pengembangan yang cukup besar menjelang MotoGP 2027. Pada musim tersebut, regulasi teknis akan berubah secara signifikan. Kapasitas mesin diturunkan dari 1.000 cc menjadi 850 cc, aturan aerodinamika diperketat, dan pemasok ban tunggal berganti dari Michelin ke Pirelli. Di sisi lain, Ducati masih harus mengembangkan Desmosedici GP 2026 yang digunakan untuk menghadapi persaingan musim ini. Dengan demikian, Ducati harus mengerjakan dua proyek sekaligus, yakni mempertahankan performa motor saat ini dan menyiapkan generasi baru untuk 2027. Komputer Ducati Peningkatan kemampuan komputer tersebut memberikan dampak langsung pada proses pengembangan. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) Ducati menyebut waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan simulasi computational fluid dynamics (CFD) tiga dimensi pada mesin 850 cc berkurang hingga 50 persen. Sementara itu, analisis struktur membutuhkan waktu sekitar 30 persen lebih singkat. Dibandingkan generasi sebelumnya, kemampuan komputasinya meningkat sekitar 48 persen. Kapasitas RAM yang tersedia juga menjadi sekitar dua kali lipat. Bagi insinyur Ducati, peningkatan ini berarti lebih banyak pilihan desain dapat diuji dalam waktu yang sama. Rancangan tak bagus disingkirkan sejak tahap simulasi. Sementara desain yang dianggap paling potensial dapat dilanjutkan ke tahap pembuatan prototipe dan pengujian di lintasan. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) beraksi dalam balapan utama MotoGP Aragon di Sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 30 Agustus 2026. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP)