Pedro Acosta mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati mulai MotoGP 2027. Pebalap asal Spanyol itu mengaku tidak ingin lagi membuang waktu menunggu KTM memiliki motor yang mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Acosta sendiri telah menjadi bagian dari keluarga KTM sejak akhir 2020 setelah menjuarai Red Bull Rookies Cup. Bersama pabrikan asal Austria tersebut, ia menapaki karier dengan cepat, mulai dari juara dunia Moto3, Moto2, hingga promosi ke MotoGP bersama Tech3 pada 2024. Setelah tampil impresif dan finis di posisi keempat klasemen MotoGP 2025, Acosta dipromosikan ke tim pabrikan KTM. Pebalap Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta beraksi dalam sesi latihan bebas 2 MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Namun, ia kemudian memutuskan menerima tawaran Ducati untuk menjadi rekan setim Marc Marquez pada era baru MotoGP bermesin 850 cc yang dimulai pada 2027. Motor Juara Meski mengaku memiliki hubungan yang baik dengan manajemen KTM, pebalap berusia 22 tahun itu merasa tidak bisa terus menunggu perkembangan motor RC16. Menurut Acosta, sejak awal bergabung dengan tim pabrikan, target utamanya adalah memiliki motor yang mampu mengantarkannya menjadi juara dunia. "Hal-hal seperti ini memang terjadi. Saya sudah mengatakan ketika menandatangani kontrak dengan tim pabrikan, satu-satunya yang saya inginkan adalah motor untuk menjadi juara dunia. Jelas motor itu belum datang," ujarnya dikutip dari Motorsport, Selasa (28/7/2026). Acosta mengatakan, kesempatan bergabung dengan Ducati datang pada waktu yang tepat sehingga tidak bisa dilewatkan. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dibayangi Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan pebalap Trackhouse MotoGP Raul Fernandez (belakang) dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) "Sejujurnya, saya sudah tidak punya waktu lagi untuk disia-siakan. Saya mendapatkan banyak pengalaman di KTM, tetapi saya juga merasa bahwa (Ducati) adalah tantangan yang saya butuhkan dalam karier saya," katanya. Lebih Maju Dalam beberapa musim terakhir, KTM memang terus menunjukkan perkembangan. RC16 kini lebih kompetitif, terutama dalam menjaga performa ban sepanjang balapan. Meski demikian, performanya masih dinilai berada di bawah Ducati GP26 dan Aprilia RS-GP, baik dalam catatan waktu satu putaran maupun kecepatan saat balapan. Hal itu tercermin dari hasil yang diraih Acosta. Meski menjadi salah satu pebalap paling konsisten di grid, ia belum berhasil meraih kemenangan di grand prix. KTM juga belum memenangi balapan utama MotoGP sejak Miguel Oliveira menjadi juara MotoGP Thailand 2022 yang berlangsung dalam kondisi hujan. Di sisi lain, Ducati berhasil mendominasi MotoGP dengan merebut gelar juara dunia pebalap selama empat musim berturut-turut. Meski musim ini mulai mendapat perlawanan dari Aprilia. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengendarai motornya untuk memenangkan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) KTM Tak Sangka Kepergian Acosta memaksa KTM mengubah rencana jangka panjang. Sebab, proyek MotoGP pabrikan asal Austria itu selama ini dibangun dengan Acosta sebagai pebalap masa depan. Musim lalu, kontribusi Acosta juga sangat besar. Ia mengoleksi poin dua kali lebih banyak dibandingkan rekan setimnya, Brad Binder. Meski memilih hengkang, Acosta menilai KTM tetap memiliki peluang bersaing pada MotoGP 2027. Menurut dia, kehadiran Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio akan membuat tim asal Austria itu tetap kompetitif. "Mereka mendapatkan juara dunia ini, Alex, dan seorang pebalap yang saat ini menjadi pebalap nomor dua Ducati (Di Giannantonio). Mereka memiliki kartu yang bagus untuk dimainkan musim depan," kata Acosta.