Pabrikan sepeda motor asal China dan India saat ini bukan lagi sekadar bayang-bayang di industri roda dua global. Kedua negara tersebut kini agresif meluncurkan motor gede (moge) dengan spesifikasi tinggi, desain modern, harga kompetitif, bahkan menggunakan pemasok komponen global yang sama dengan merek mapan. Menanggapi fenomena ini, CEO Ducati Claudio Domenicali menegaskan bahwa produsen Eropa tidak boleh menganggap remeh peta persaingan yang berubah cepat ini. QJMotor SRK 800 RR Biaya Produksi Eropa Domenicali menjelaskan, kesuksesan di pasar otomotif tidak bisa diambil secara cuma-cuma, melainkan harus terus direbut kembali dari waktu ke waktu. Artinya, setiap pabrikan Eropa harus terus berbenah dan melakukan inovasi. Jika bicara dapur produksi, Domenicali membaginya dalam tiga komponen sederhana: bahan baku, tenaga kerja, dan energi. Sementara harga bahan baku bersifat global, biaya tenaga kerja dan energi di Eropa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Asia. Oleh karena itu, bersaing langsung dalam hal menekan biaya produksi komoditas dinilai bukan strategi jangka panjang yang layak bagi Ducati. Kemenangan perdana ZXMoto di WorldSSP 2026 Bukan Sekadar Jual Sepeda Motor Dibandingkan ikut merosot dalam perang harga dan membuat motor murah, Ducati memilih untuk terus menaikkan standar teknologi pada produknya. Menurut Domenicali, motor itu sendiri sebenarnya hanya sebagian kecil dari proposisi nilai yang ditawarkan Ducati. "Jika Anda membeli Ducati, sebagian besar konsumen kami sebenarnya tidak 'butuh' Ducati. Mereka bisa saja membeli motor lain, yang sering kali jauh lebih murah," ujar Domenicali dikutip dari MCNews, Kamis (9/7/2026). CFMoto V4 SR-RR "Namun mereka menjadi seorang Ducatisti karena mereka menghargai tidak hanya motornya dan bagaimana motor itu dibuat, tetapi juga bagaimana diler melayani mereka, kualitas servis, interaksi dengan merek, dan aktivitas balap kami," kata dia. Elemen-elemen seperti divisi balap, komunitas klub, pengalaman di diler, kunjungan pabrik, hingga ikatan emosional inilah yang menjadi benteng pertahanan Ducati dalam menghadapi merek-merek yang berani bermain harga murah dan kelengkapan fitur standar. Fokus pada Industri Hiburan Domenicali menutup pandangannya dengan menjabarkan posisi unik Ducati di pasar otomotif global. Meski statusnya adalah perusahaan yang memproduksi sepeda motor, ia melihat Ducati bergerak di ruang emosional yang lebih luas. "Kami memiliki beberapa kekurangan seperti biaya tenaga kerja dan energi, tetapi saya pikir kami punya banyak keunggulan: rasa keindahan kami, cara kami menikmati hidup, dan tersenyum. Pada akhirnya, kami berada di bisnis hiburan (entertainment business)," ucap Domenicali. Langkah Ducati dalam menyongsong abad keduanya bukan dengan cara membuat motor yang lebih murah. Strategi utamanya adalah menjaga agar Ducati tetap terasa seperti Ducati, baik saat berada di dalam pabrik, di diler, di lintasan balap, di dalam klub, hingga di setiap memori yang melekat pada pemiliknya.