Mantan juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir akhirnya buka suara mengenai keputusannya meninggalkan Honda pada akhir musim 2026. Mulai MotoGP 2027, pebalap asal Spanyol itu akan bergabung dengan Gresini Racing Ducati, mengakhiri hampir empat musim sulit bersama tim pabrikan Honda. Bagi Mir, meninggalkan status sebagai pebalap tim pabrikan bukan keputusan yang mudah. Namun, ia rela melepas berbagai keuntungan yang didapat di tim pabrikan demi kembali memiliki motor yang mampu bersaing di barisan depan. "Ketika Anda pindah ke tim satelit, Anda harus mengorbankan banyak hal, seperti yang bisa dibayangkan. Namun, itu juga merupakan langkah yang memang ingin saya ambil," kata Mir dikutip dari Crash, Sabtu (18/7/2026). Joan Mir di MotoGP Indonesia "Ini adalah langkah yang berisiko karena dengan paket motor yang kompetitif, Anda akan menjadi sorotan jika tidak mampu tampil baik. Tetapi, itu adalah risiko yang memang ingin saya ambil," ujarnya. Mir menghabiskan seluruh delapan musim kariernya di kelas utama MotoGP bersama tim pabrikan, yakni Suzuki dan Honda. Namun setelah empat musim dan hanya meraih dua podium Mir memutuskan hengkang dari Honda. Mir mengikuti jejak mantan rekan setimnya di HRC, Marc Marquez, dengan bergabung ke Gresini Ducati pada era regulasi baru MotoGP 2027 yang menggunakan mesin 850 cc dan ban Pirelli. Pertimbangan Karier Mir mengaku tidak ingin menyia-nyiakan sisa kariernya di MotoGP. Pada usia yang akan menginjak 29 tahun, ia merasa inilah waktu yang tepat untuk kembali kompetitif. Replika motor pebalap Honda HRC Castrol, Joan Mir di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. "Saya tidak tahu berapa tahun lagi saya akan berada di MotoGP. Faktanya, tahun ini saya akan berusia 29 tahun dan sekarang saya sudah menandatangani kontrak untuk dua tahun lagi," katanya. "Sekarang saatnya kembali menjadi kompetitif. Sudah waktunya. Karier kami tidak berlangsung lama. Saya sangat senang. Dari sisi olahraga, ini adalah kesempatan terbaik yang bisa saya dapatkan," kata Mir. Masih Lapar Mir sendiri dipastikan akan menunggangi Ducati spesifikasi pabrikan di Gresini. Dia mengatakan motivasinya untuk meraih hasil terbaik belum berkurang sama sekali. Menurut dia, keberaniannya terus memacu motor hingga berkali-kali mengalami kecelakaan menjadi bukti bahwa hasratnya untuk kembali ke papan atas masih sangat besar. "Kalau saya terus memacu motor, hampir setiap pekan mengalami kecelakaan, bangkit lagi, mencoba lagi, dan tidak pernah menyerah, itu karena saya masih sangat lapar dan benar-benar menginginkannya," ujar Mir. Joan Mir saat berlaga di Sirkkuit Sepang pada MotoGP Malaysia 2025 "Ini tentang apa yang saya rasakan. Saya ingin kembali ke tempat yang menurut saya memang layak untuk saya," katanya. Mir menegaskan keputusannya bertahan di MotoGP bukan untuk membuktikan sesuatu kepada orang lain, melainkan demi dirinya sendiri. "Saya tidak melakukan ini untuk orang lain, karena orang-orang sangat cepat melupakan segalanya, baik yang bagus maupun yang buruk. Tetapi saya melakukannya untuk diri saya sendiri," katanya. Mir mengatakan tidak ingin menyesal di hari tua dengan tidak mengambil resiko apapun selama karier balapnya. "Kalau saya memutuskan berhenti sekarang, suatu saat nanti ketika sedang duduk di pantai, saya akan berkata, 'Mungkin kalau saya lanjut dua tahun lagi, saya bisa melakukan sesuatu yang lebih'," katanya. "Memang seperti itulah yang saya rasakan," ujarnya.