PT Honda Prospect Motor (HPM) menerapkan proses verifikasi bagi konsumen yang memesan Honda Super One. Langkah ini dilakukan karena alokasi mobil listrik tersebut untuk pasar Indonesia pada 2026 terbatas, hanya 100 unit. Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor Ferdianto Budiono mengatakan, seluruh proses pemesanan akan dikelola secara teratur dan diverifikasi agar unit yang tersedia benar-benar diterima oleh konsumen. "Jumlah Honda Super One terbatas, hanya 100 unit untuk tahun ini. Jadi, dalam hal manajemen pemesanan kita akan lakukan secara rapi, secara teratur, dan juga terverifikasi," kata Ferdianto di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (5/8/2026). Nama Pemesan Harus Sesuai KTP dan STNK Ferdianto menjelaskan, proses verifikasi dilakukan dengan meminta konsumen yang telah melakukan pemesanan untuk melengkapi data diri secara detail. Nama yang didaftarkan harus sesuai dengan identitas pada KTP maupun STNK, serta tidak dapat diubah setelah proses pemesanan dilakukan. "Artinya mirip sama pre-order yang kemarin (Honda Prelude), di mana customer yang telah melakukan booking, maka kita ingin meminta customer tersebut untuk memberikan informasi detail nama, baik di KTP maupun di STNK, dan nama tersebut tidak bisa diganti," ujar Ferdianto. Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan Honda Super One dimiliki oleh konsumen yang benar-benar ingin menggunakan kendaraan tersebut, bukan untuk tujuan diperjualbelikan kembali. Honda Super One Hindari Praktik Calo Honda berharap proses verifikasi ini dapat meminimalkan praktik pembelian oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan dari terbatasnya jumlah unit. "Hal ini kita lakukan supaya kita bisa menjaga agar pemilik Super One yang saat ini adalah real customer Honda atau para pecinta Super One yang benar-benar real customer. Jadi, kita menghindari adanya slippers bahasanya atau pedagang. Jadi, kita ingin memverifikasi hal tersebut," kata Ferdianto. Sebagai informasi, Honda Super One mulai resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 438 juta (OTR Jakarta). Untuk tahap awal, Honda hanya mendapatkan alokasi 100 unit pada 2026 yang akan didistribusikan secara bertahap kepada konsumen mulai akhir Agustus hingga Oktober mendatang.