- Honda Spacy kerap dipandang sebagai skutik harian yang fungsional dan terjangkau di pasar motor bekas. Namun di tangan Imam Abraham, builder dari Gashakon.co, motor matik yang berkode pasar Jepang Honda Dio (JF31/JH31) ini disulap menjadi varian tertinggi yang berkelas, yakni Honda Dio ZX (Zeta X). Imam menjelaskan bahwa proyek modifikasi ini mengusung konsep reimagined untuk menjawab pertanyaan: "What if the factory built it the way it was supposed to be, like they did back in the day?" Pasalnya, pada generasi Dio modern, Honda tidak lagi menghadirkan trim edisi khusus seperti ZX, SR, atau XR Baja. Inspirasi Varian Tertinggi Dio ZX Lini Honda Dio ZX merupakan varian tertinggi pada keluarga Honda Dio masa lalu yang memiliki keunggulan tersendiri dibanding versi reguler. "Ada tiga poin utama pembeda Dio ZX yang saya jadikan acuan. Pertama, performa mesin yang sudah factory tuned dari durasi klep, CVT, hingga pengereman. Kedua, penggunaan rear sporty spoiler berlampu LED. Ketiga, pelek menggunakan cast wheel palang enam," ujar Imam kepada Kompas.com, Kamis (10/9/2026). Pilihan jatuh pada Honda Spacy karena skutik injeksi Honda ini dinilai sangat andal. Selain itu, rentang harga dan model di pasar motor bekasnya cukup luas dan bervariasi, sehingga memberikan ruang yang menyenangkan untuk berkreasi. Mesin dan Kaki-Kaki Impor Perubahan pertama difokuskan pada dapur pacu. Mengingat usia motor yang sudah waktunya turun mesin, Imam sekalian melakukan peningkatan pada kompresi dan rasio klep. Sektor jantung mekanis kini mengadopsi piston Honda Vario KVB oversize (OS) 100 serta penyesuaian pada klep dan noken as. Langkah ini mengacu pada poin pertama inspirasi Dio ZX yang dibekali performa lebih responsif. Untuk mendukung tampilan khas pabrikan, beberapa komponen diimpor langsung guna melakukan konversi ke Honda Dio JF31. Di antaranya batok speedometer, spion, behel belakang, serta pelek palang enam milik Honda Vision, Spacy untuk pasar Vietnam. Honda Dio ZX dari Honda Spacy buatan Imam Abraham, Gashakon.co Kustomisasi Bodi dan Behel Sektor bodi tak luput dari pengerjaan kustomisasi. Lubang baut pada tameng depan dibutakan menggunakan bahan resin, kemudian dibuatkan garnish dasi di bagian atasnya agar tampilan depan terlihat lebih rapi dan manis. Bagian behel belakang menjadi salah satu karya kustom utama. Imam mengawinkan behel Dio JF31 dengan behel Dio ZX, sehingga lampu LED khas Dio ZX dapat terpasang secara plug and play (PnP). "Behel ini terbuat dari bahan fiberglass, jadi prosesnya cukup panjang mulai dari mastering hingga tahap pencetakan. Lampu behel Dio ZX ini saya pilih karena sangat memperkuat kesan pabrikan dari Honda itu sendiri," kata Imam. Honda Dio ZX dari Honda Spacy buatan Imam Abraham, Gashakon.co Pengecatan Klasik dan Detail Eksklusif Pada sektor kelir, Imam memilih kombinasi warna dark blue dengan sentuhan silver gelap (gunmetal). Inspirasi warna ini diambil dari warna-warna sepeda motor Honda era 1980–1990an yang disisipi efek metalik pada warna biru, menghasilkan kesan yang dewasa. Pilihan warna ini juga menyempurnakan warna asli Spacy, yaitu Royal Blue. Pengecatan ulang dilakukan secara menyeluruh dari rangka hingga kaki-kaki. Honda Dio ZX dari Honda Spacy buatan Imam Abraham, Gashakon.co Sentuhan fungsional modern dihadirkan pada panel instrumen. Modul Rasi Watch disematkan dengan penyesuaian desain panel serta rumah dudukan kustom berbahan 3D print bergaya era 80–90an. Sebagai pelengkap, detail-detail kecil turut disematkan, seperti garnish CVT, cover filter, cover knalpot, mata kucing depan-belakang, flyscreen, hingga cover plat nomor dengan plat tambahan yang terinspirasi dari Jibaiseki. Penampilan akhir makin dipertegas dengan hiasan striping serta stiker detail dari Gashakon.co.