Setelah absen lebih dari 100 hari, Johann Zarco langsung membuat kejutan pada hari pertama MotoGP Aragon. Pebalap LCR Honda tersebut berhasil mengamankan tiket langsung ke Kualifikasi 2 (Q2), sekaligus menjadi pebalap Honda dengan catatan waktu tercepat pada sesi latihan. Zarco sebelumnya harus menepi selama tiga bulan untuk memulihkan cedera ligamen lutut yang dialaminya setelah kecelakaan di MotoGP Barcelona. Meski demikian, ia langsung menunjukkan kecepatan sejak kembali ke lintasan. Pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Zarco mampu menempati posisi ke-11. johannn zarco Performa pebalap asal Perancis itu kemudian meningkat pada sesi sore saat para pebalap mulai melakukan time attack. Zarco berhasil menembus 10 besar dan memastikan diri lolos langsung ke Q2. Hasil tersebut juga membuatnya menjadi satu-satunya pebalap Honda yang mampu berada di jajaran 10 besar. "Hari yang menyenangkan. Kecepatan langsung terasa sejak awal, dan itu sangat keren. Soal kaki, tidak ada rasa sakit, tapi otot-otot butuh sedikit waktu untuk kembali terbiasa dengan posisi berkendara," ujar Zarco, dikutip dari Crash.net, Sabtu (29/8/2026). "Saya sempat mengalami sedikit kram, yang kemudian saya tangani setelah sesi berakhir. Nanti malam, saya akan memijat kaki agar otot-otot lebih rileks, karena kram bisa jadi masalah," kata Zarco. Pada sesi time attack pertama, Zarco berada di dekat Alex Marquez, sosok yang tepat untuk diikuti. Tapi, kecepatannya kurang memadai dan dia sempat mengira itu akan menyulitkan dirinya untuk masuk sepuluh besar. "Saat menggunakan set ban terakhir, saya tidak bisa mengikuti pebalap yang saya incar, tapi saya berusaha melakukan segalanya dengan baik dan hasilnya berhasil," ujarnya. Kembali Jadi Pebalap Honda Tercepat Zarco mengaku senang dapat kembali bersaing di papan atas setelah menjalani masa pemulihan cukup panjang. Johann Zarco saat berlaga pada MotoGP Spanyol 2024 Ketika ditanya apakah ia merasa bangga dengan pencapaiannya pada hari pertama MotoGP Aragon, pebalap berusia 36 tahun tersebut memberikan jawaban yang cukup santai. "Bangga? Tidak juga, tapi saya sangat senang bisa kembali bersaing di papan atas. Lagipula, (masuk Q2) selalu menjadi target selama akhir pekan balapan, dan saya satu-satunya pebalap Honda di sepuluh besar," ujar Zarco. "Kami selalu membandingkan diri dengan pebalap lain, dan rasanya menyenangkan bisa kembali dan berkata, 'Oke, saya di sini!' Tentu saja, ego saya sangat terpuaskan hari ini!" kata Zarco. Meski berhasil mengamankan tempat langsung di Q2, Zarco masih menghadapi tantangan untuk bersaing memperebutkan posisi terdepan pada sesi kualifikasi. Johann Zarco saat berlaga pada MotoGP Amerika 2025 Ia berharap dapat menempati dua baris terdepan agar memiliki peluang lebih baik dalam balapan sprint. Namun, Zarco mengakui masih harus menemukan cara untuk mencatatkan waktu putaran di kisaran 1 menit 45 detik. "Saya ingin menempati posisi di dua baris terdepan besok agar punya peluang menjalani balapan sprint yang bagus, tapi saya belum tahu bagaimana caranya kami bisa mencatatkan waktu di kisaran '45 detik. Saya senang merasakan sensasi yang berbeda pada motor hari ini dan ingin mengembangkannya untuk mungkin bisa mengambil langkah maju," ujarnya. Tantangan Menanti Tantangan Zarco tidak berhenti sampai sesi kualifikasi. Pada balapan utama, ia juga harus menjalani penalti double long lap akibat insiden di MotoGP Barcelona. Insiden tersebut terjadi ketika Zarco menyebabkan kecelakaan yang memicu restart balapan. Peristiwa itu juga menjadi awal dari cedera ligamen lutut yang membuatnya harus absen selama lebih dari tiga bulan. Kini, setelah kembali ke lintasan dan langsung menjadi pebalap Honda tercepat, Zarco setidaknya telah menunjukkan bahwa masa pemulihannya tidak menghilangkan kecepatannya. Hasil kualifikasi dan balapan di Aragon akan menjadi ujian berikutnya untuk melihat sejauh mana pebalap LCR Honda tersebut mampu mempertahankan performa impresifnya setelah kembali dari cedera.