Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores. Di tengah kondisi tersebut, aktivitas diler mobil Honda di NTT dilaporkan masih berjalan normal. PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan fasilitas diler tidak mengalami kerusakan akibat gempa. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan, hingga saat ini kondisi diler Honda di NTT diklaim masih aman. Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere. "Sejauh ini diler tidak mengalami kerusakan akibat gempa di NTT. Kegiatan operasional diler berjalan normal seperti biasa," ujar Billy kepada Kompas.com (16/8/2026). HPM sendiri memiliki jaringan diler mobil Honda di NTT, di antaranya Honda Kupang Indah yang berada di Kota Kupang. Diler Honda Tidak Mengalami Kerusakan Billy mengatakan, HPM terus memantau kondisi jaringan diler di wilayah NTT menyusul gempa yang terjadi pada Sabtu pagi. Menurut dia, sejauh ini belum ditemukan kerusakan pada diler Honda akibat gempa. Aktivitas operasional pun masih berlangsung seperti biasa. Honda resmikan diler di Payakumbuh, Sumatera Barat Kondisi tersebut menjadi perhatian karena gempa dengan kekuatan M 7,7 berdampak cukup luas di wilayah Flores. Berdasarkan informasi terbaru hingga Minggu (16/8/2026), tercatat 49 orang meninggal dunia dan lebih dari 5.000 warga mengungsi. Wilayah terdampak disebut mencakup delapan kabupaten di Pulau Flores. Belum Ada Konsumen Laporkan Kerusakan Mobil Selain mengecek kondisi fasilitas diler, HPM juga memantau kemungkinan adanya kendaraan konsumen yang mengalami kerusakan akibat gempa. Billy mengatakan, sampai saat ini belum ada konsumen yang melaporkan kerusakan kendaraan kepada HPM. Fasilitas bodi dan cat di diler Honda Prisma HR Muhammad di Kota Surabaya "Sejauh ini belum ada (konsumen yang melaporkan kerusakan kendaraan). Kami terus memonitor perkembangannya," kata Billy. HPM masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan, mengingat gempa dapat menimbulkan dampak lanjutan, dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah NTT masih dalam tahap penanganan bencana.