Ducati kehilangan status konsesi peringkat A di MotoGP untuk pertama kalinya sejak sistem konsesi terbaru diberlakukan pada akhir 2023. Perubahan ini terjadi setelah pabrikan asal Italia tersebut gagal memenuhi batas minimal perolehan poin dalam evaluasi 12 bulan terakhir. Akibatnya, mulai paruh kedua musim 2026 hingga akhir musim, Ducati turun ke peringkat B, sejajar dengan Aprilia. Untuk diketahui sistem konsesi merupakan aturan yang dibuat MotoGP untuk membantu pabrikan yang tertinggal agar bisa lebih cepat mengejar performa rivalnya. Dilansir dari TheRace, semakin rendah peringkat konsesi yang dimiliki sebuah pabrikan, semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Keuntungan tersebut antara lain berupa tambahan kesempatan melakukan pengujian, penggunaan pebalap reguler saat tes, hingga jatah wildcard yang lebih banyak. Status konsesi ditentukan berdasarkan persentase poin yang diraih setiap pabrikan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Pembagian peringkatnya adalah sebagai berikut: - Peringkat A: meraih minimal 85 persen dari total poin yang tersedia. - Peringkat B: meraih 60-84,99 persen poin. - Peringkat C: meraih 35-59,99 persen poin. - Peringkat D: meraih kurang dari 35 persen poin. Ducati gagal bertahan di Peringkat A sejak jeda musim panas 2025 hingga paruh pertama musim 2026, Ducati mengumpulkan 657 poin dari total maksimal 777 poin. Artinya, Ducati hanya meraih 84,56 persen dari total poin yang tersedia. Angka tersebut terpaut empat poin atau 0,44 persen dari batas minimal 85 persen yang dibutuhkan untuk mempertahankan status peringkat A. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Meski turun peringkat, hal itu bukan berarti performa Ducati memburuk. Sebaliknya, hasil tersebut menunjukkan dominasi Ducati sedikit berkurang karena pabrikan lain mulai mampu mencuri kemenangan dan podium sepanjang musim. Keuntungan Keuntungan yang Didapat Ducati Dengan status peringkat B, Ducati memperoleh beberapa kelonggaran regulasi. Pabrikan asal Borgo Panigale itu kini berhak mendapat tambahan 20 ban Michelin untuk pengujian privat. Namun, keuntungan ini diperkirakan tidak terlalu signifikan karena MotoGP akan beralih menggunakan ban Pirelli mulai 2027. Manfaat lain yang lebih menarik adalah Ducati kembali memiliki jatah tiga wildcard dalam satu musim. Davide Tardozzi, manajer tim Lenovo Ducati. Mirco Lazzari gp/Getty Images/AFP (Photo by Mirco Lazzari gp / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) Kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman balapan kepada pebalap penguji atau calon pebalap MotoGP. Salah satu nama yang santer disebut adalah Niccolo Bulega, yang diproyeksikan bergabung dengan tim VR46 Ducati pada MotoGP 2027 apabila berhasil menjuarai World Superbike musim ini. Aprilia Naik Perubahan status juga dialami oleh Aprilia naik dari peringkat C ke B berkat peningkatan performa sejak akhir musim 2025. Konsekuensinya, jatah wildcard Aprilia berkurang dari enam menjadi tiga kali dalam semusim. Sementara itu, KTM tetap bertahan di peringkat C. Di sisi lain, Honda turun kembali ke peringkat D, bergabung dengan Yamaha sebagai dua pabrikan dengan konsesi terbesar.