Ducati diprediksi memiliki keuntungan dibandingkan pabrikan lain saat MotoGP memasuki era regulasi baru pada 2027. Prediksi tersebut disampaikan pebalap penguji KTM, Pol Espargaro, yang sudah merasakan langsung motor prototipe 850 cc untuk musim depan. MotoGP 2027 akan mengalami perubahan besar. Kapasitas mesin akan diturunkan dari 1.000 cc menjadi 850 cc. Selain itu, MotoGP juga mengganti pemasok ban dari Michelin menjadi Pirelli. Regulasi baru tersebut juga membatasi penggunaan aerodinamika serta melarang perangkat ride-height dan holeshot. Perubahan itu membuat karakter motor MotoGP akan berbeda cukup jauh dari motor yang digunakan saat ini. Espargaro menjadi salah satu pebalap yang cukup banyak menguji motor 850 cc. Ia bahkan menjalani tes di Sirkuit Mugello sebelum menggantikan Maverick Vinales pada MotoGP Inggris 2026 di Silverstone. Pol Espargaro saat sesi tes motor MotoGP 850 cc di Sirkuit Brno Dalam tes tersebut, Ducati disebut tampil paling meyakinkan melalui pebalap penguji, Nicolo Bulega. “Terlepas dari awal tahun, mungkin ada beberapa pabrikan yang akan memulai lebih cepat dibandingkan yang lain. Namun, ketika semua orang kurang lebih sudah berada di level yang sama, bahkan mungkin pada tahun kedua, persaingannya akan sangat ketat. Tetapi, itu akan membutuhkan waktu,” kata Espargaro dilansir dari The Race, Minggu (16/8/2026).. Modal dari WorldSBK Menurut Espargaro, Ducati memiliki keuntungan yang tidak dimiliki sebagian rivalnya. Hal itu berkaitan dengan pengalaman Ducati di ajang World Superbike (WorldSBK). Seperti diketahui, WorldSBK menggunakan ban Pirelli. Artinya, Ducati sudah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan motor dan mengatur penggunaan ban Pirelli di lintasan. Sementara itu, mulai 2027, seluruh motor MotoGP juga akan menggunakan ban Pirelli. Ducati juga saat ini tampil sangat dominan di WorldSBK bersama Panigale V4 R. Kondisi tersebut membuat Ducati memiliki banyak data mengenai karakter ban Pirelli yang bisa dimanfaatkan dalam pengembangan motor MotoGP 850 cc. KTM Tech3 “Tidak sulit membayangkan Ducati akan tampil sangat luar biasa. Mereka akan cepat sejak hari pertama karena memiliki semua informasi dari Superbike," ujarnya. “Pada akhirnya, motor 850 cc itu semacam motor superbike. Perubahannya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan Superbike," katanya. “Mereka (Ducati) akan memiliki sejumlah keuntungan, terutama dalam hal bagaimana memperlakukan ban, apa yang perlu dilakukan terhadap ban agar performanya lebih baik saat balapan atau lebih optimal dalam satu putaran," kata Espargaro. Dengan pengalaman tersebut, Ducati dinilai memiliki pengetahuan lebih mengenai cara mendapatkan performa maksimal dari ban Pirelli, baik untuk balapan maupun satu putaran. Honda dan Yamaha sebenarnya juga berkompetisi di WorldSBK. Namun, performanya belum menyamai Ducati. Pol Espargaro ketika di tim Gasgas Factory Racing Tech3 “Mereka memiliki banyak informasi yang tidak dimiliki pabrikan lain, terutama pabrikan yang tidak berkompetisi di Superbike,” katanya. Peta Persaingan Berubah Perubahan regulasi 2027 tidak hanya berpotensi mengubah kekuatan antar-pabrikan, tetapi juga peta persaingan pebalap. Espargaro memprediksi pebalap rookie yang baru naik dari Moto2 pada 2027 justru bisa memiliki keuntungan pada awal musim. Pasalnya, Moto2 juga menggunakan ban Pirelli dan karakter motornya lebih dekat dengan motor MotoGP 2027 yang memiliki tenaga lebih rendah dibandingkan motor 1.000 cc saat ini. “Anda tidak bisa membayangkan seberapa besar kelas ini akan berubah tahun depan dan berapa banyak pebalap yang akan kesulitan di kelas baru ini. Ini gila,” kata Espargaro.