Persaingan Ducati dan Aprilia dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi masih akan berlangsung ketat hingga akhir musim. Kekuatan kedua pabrikan asal Italia tersebut terus bergantian dari satu seri ke seri berikutnya. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah karakteristik masing-masing sirkuit. Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai kondisi tersebut kemungkinan akan terus terjadi pada seri-seri berikutnya. “Akan seperti ini, akan ada sirkuit yang lebih cocok untuk Aprilia dan ada yang lebih cocok untuk Ducati hingga akhir musim,” kata Tardozzi dilansir dari Crash, Minggu (23/8/2026). Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengendarai motornya untuk memenangkan MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Aprilia mengawali musim dengan lebih kuat. Dalam tiga seri pertama, Aprilia selalu mengungguli Ducati dalam perolehan poin konstruktor. Ducati kemudian membalas di Jerez melalui Marc Marquez dan Alex Marquez yang finis di posisi pertama dan kedua. Setelah itu, persaingan kedua pabrikan berlangsung sangat ketat. Aprilia kembali unggul di Le Mans, kemudian Ducati di Catalunya. Aprilia kembali memimpin di Mugello, sebelum Ducati menguasai Balaton dan Brno. Aprilia kemudian kembali unggul di Assen, sementara Ducati membalas di Sachsenring. Pada seri terakhir di Silverstone, Aprilia kembali menjadi pabrikan dengan perolehan poin lebih tinggi. Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mencium trofi di podium setelah memenangkan MotoGP Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 22 Maret 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu pabrikan yang secara konsisten dominan di seluruh jenis sirkuit. Marc Marquez Persaingan di klasemen pebalap juga berlangsung ketat. Marc Marquez sempat memanfaatkan sejumlah hasil buruk pebalap Aprilia untuk memangkas jarak dari 102 poin menjadi hanya 18 poin setelah seri Sachsenring. Namun, Marquez mengalami akhir pekan yang sulit di Silverstone. Pada Sprint Race, pebalap Ducati tersebut hanya finis di posisi kesembilan setelah mengalami penurunan performa ban yang signifikan. “Kami tidak menyangka akan mengalami masalah sebesar itu (pada Sprint). Kami pikir mungkin kami bisa bersaing untuk posisi keempat, kelima, atau keenam. Bukan posisi kesembilan,” ujar Tardozzi. Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, berselebrasi saat melewati garis finis di MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 10 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Ducati kemudian berusaha menghindari masalah serupa pada balapan utama. Namun, Marquez hanya mampu finis ketujuh dan menjadi pebalap Ducati ketiga yang mencapai garis finis. Hasil tersebut membuat Marquez hanya memperoleh 10 poin dari maksimal 37 poin yang tersedia di Silverstone. Ia juga kembali tertinggal 40 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen untuk Aprilia. Konsisten Menurut Tardozzi, kunci perebutan gelar bukan sekadar memenangkan setiap balapan. Ducati harus mampu memaksimalkan poin ketika tidak memiliki motor tercepat dan memanfaatkan peluang ketika berada dalam kondisi kompetitif. “Untuk mencoba memenangkan kejuaraan, tidak perlu memenangi semua balapan,” kata Tardozzi. MotoGP Aragon “Yang terpenting adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin ketika kita bukan yang tercepat, dan menyerang ketika kita menjadi yang tercepat,” ujarnya. Sirkuit Potensial Seri Aragon menjadi salah satu peluang bagi Ducati. Marc Marquez dan Ducati memiliki catatan kuat di sirkuit tersebut setelah memenangi empat balapan terakhir di sana. Setelah Aragon, MotoGP akan berlanjut ke Misano. Sirkuit tersebut merupakan balapan kandang bagi Ducati dan Aprilia. Pada musim lalu, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi masing-masing meraih kemenangan di sana. Setelah itu, persaingan berlanjut ke rangkaian balapan di Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia. Dengan karakter sirkuit yang berbeda-beda, duel Ducati dan Aprilia diperkirakan masih akan berlangsung hingga seri-seri terakhir musim 2026.