Aerodinamika kini menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan motor MotoGP. Winglet, fairing samping dengan bentuk kompleks, hingga pengaturan aliran udara dirancang untuk mendapatkan keuntungan performa sekecil apa pun. Setiap pabrikan pun mengalokasikan sumber daya besar untuk melakukan simulasi dan pengujian di terowongan angin (wind tunnel). Namun, jika menengok ke belakang, pengembangan aerodinamika di MotoGP ternyata berawal dari solusi yang jauh lebih sederhana. Winglet pada motor MotoGP Ducati Desmosedici GP Salah satu pelopornya adalah Ducati. Pabrikan asal Bologna, Italia, ini mulai bereksperimen dengan perangkat aerodinamika pada Desmosedici sejak 2010 atau 16 tahun lalu. Berawal dari Understeer Kala itu, Ducati menghadapi persoalan understeer yang cukup serius pada motor prototipe MotoGP-nya. Winglet pada motor MotoGP Ducati Desmosedici GP Kondisi tersebut mendorong para insinyur mencari cara untuk menambah downforce atau gaya tekan ke bawah pada bagian roda depan. "Pada musim 2010, kami melakukan eksperimen pertama di bidang aerodinamika," ujar Marco Palmerini, Departemen Pengembangan Kendaraan MotoGP Ducati, dikutip dari Speedweek.com, Senin (24/8/2026). Winglet pada motor MotoGP Ducati Desmosedici GP Solusi yang diterapkan saat itu sangat sederhana jika dibandingkan dengan paket aerodinamika motor MotoGP masa kini. Ducati hanya memasang dua sayap kecil pada bagian fairing samping. "Kami memasang dua sayap kecil pada fairing samping. Jika dilihat sekarang, hal itu tampak hampir konyol. Winglet tersebut hanya menghasilkan downforce yang sangat kecil," kata Palmerini. Winglet atau sayap yang terpasag pada Ducati Desmosedici GP15 dijamin akan terpasang juga pada GP16. Meski efeknya belum sebesar perangkat aerodinamika modern, percobaan tersebut membuka pandangan baru bagi Ducati mengenai pengaruh aliran udara terhadap karakter motor. Aerodinamika Mengubah Karakter Motor Winglet, sayap, atau tonjolan dalam bentuk apa pun dilarang dipakai semua tim di MotoGP. Eksperimen awal tersebut menjadi titik penting dalam pengembangan Desmosedici. Ducati mulai menyadari bahwa aerodinamika tidak sekadar berkaitan dengan kecepatan di lintasan lurus, tetapi juga dapat memengaruhi karakter pengendalian motor. Perangkat aero pada Ducati Desmosedici GP21