Francesco "Pecco" Bagnaia mengungkapkan bahwa Ducati tidak mengizinkannya mencoba pengaturan motor yang lebih standar untuk mengatasi masalah performa yang dialaminya dalam beberapa balapan terakhir. Pernyataan tersebut terekam kamera stasiun televisi Spanyol, DAZN, saat Bagnaia berbincang dengan Fabio Di Giannantonio, pebalap tim VR46 yang menggunakan spesifikasi motor Ducati yang sama. Bagnaia memang tengah mengalami periode sulit sejak jeda musim panas MotoGP 2026. Juara dunia dua kali tersebut tercatat mengalami kecelakaan dalam tiga Grand Prix terakhir secara beruntun. Masalah utama yang terus dikeluhkan Bagnaia adalah minimnya cengkeraman pada ban belakang. Menurut pebalap asal Italia itu, persoalan tersebut tidak dirasakan oleh pebalap Ducati lainnya, berdasarkan data yang dimilikinya. Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, beraksi dalam sesi FP1 MotoGP Perancis 2026 di Le Mans, barat laut Prancis, pada 8 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Bagnaia Keluhkan Masalah Cengkeraman Situasi tersebut bahkan membuat Bagnaia mengaku merasa "dipermalukan" setelah balapan sprint MotoGP San Marino. Pada balapan utama di Sirkuit Misano, ia kembali gagal finis setelah mengalami kecelakaan. Dalam rekaman yang ditayangkan DAZN, Di Giannantonio alias Diggia kemudian mencoba memberikan saran kepada Bagnaia. Menurutnya, Bagnaia bisa mencoba pengaturan motor yang lebih normal seperti yang digunakannya. Saran tersebut berkaitan dengan pengaturan bagian belakang motor Ducati yang digunakan Bagnaia. "Kenapa kamu menggunakan komponen kecil di bagian belakang itu?" tanya Diggia kepada Bagnaia. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Bagnaia menjawab, "Itu masalah yang paling sepele. Aku memakai apa pun yang mereka perintahkan. Aku sudah mencoba segalanya. Aku bisa katakan padamu bahwa ban depan tipe soft atau medium tidak ada bedanya bagiku; keduanya terasa sama persis." "Bahkan ban soft bekas dari sesi pagi maupun ban baru untuk kualifikasi rasanya sama saja. Rasanya seperti aku menarik tuas kopling begitu mulai mengerem," kata Bagnaia. Diggia kemudian kembali menyarankan Bagnaia untuk mencoba pengaturan yang lebih sederhana. "Aku mengerti, tapi menurutku, kalau kamu pakai pengaturan yang cukup normal seperti milikku... Percayalah, milikku itu benar-benar standar, menurutku...," ujar Diggia. Bagnaia lalu menjawab, "Mereka tidak mengizinkanku melakukannya." Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Belum Jelas Pengaturan yang Digunakan Bagnaia Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Ducati dan Bagnaia melakukan perubahan pada motor untuk mengatasi persoalan yang dihadapinya. Sampai saat ini, belum diketahui secara rinci pengaturan apa saja yang telah dicoba Bagnaia bersama Ducati dalam beberapa seri terakhir.