Ducati yang selama beberapa musim dikenal unggul saat berakselerasi di posisi start kini menghadapi tantangan baru di MotoGP 2026. Sejumlah pebalap mengungkapkan bahwa motor terbaru pabrikan asal Italia tersebut lebih mudah mengalami wheelie saat meluncur dari garis awal. Keluhan ini muncul dari beberapa pebalap Ducati, baik di tim pabrikan maupun satelit, saat seri MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Francesco Bagnaia menjadi salah satu yang paling vokal membahas persoalan tersebut. Menurut dia, roda depan motor kerap terangkat sesaat setelah kopling dilepas sehingga akselerasi awal tidak berjalan maksimal. Wheelie "Begitu saya mulai melepas kopling, meski secara perlahan, motor langsung wheelie dan sulit kembali stabil. Akibatnya saya kehilangan posisi saat start," ujar Bagnaia dikutip Crash.net, Selasa (2/6/2026). Juara dunia MotoGP 2023 menjelaskan, kondisi tersebut kembali terjadi pada balapan utama di Mugello. Roda depan baru kembali menapak dengan baik setelah motor memasuki gigi kedua. Keluhan serupa juga dirasakan pebalap VR46 Racing Team, Franco Morbidelli. Ia menilai karakter Ducati musim ini berbeda dibandingkan GP24 yang digunakannya tahun lalu. Menurut Morbidelli, GP24 memiliki akselerasi awal yang sangat baik, sedangkan motor terbaru lebih sulit diajak meluncur karena lebih mudah mengangkat roda depan. "Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa GP24 seperti roket saat start. Sementara motor tahun ini lebih mudah wheelie dan lebih sulit meluncur dari garis awal," kata Morbidelli. Franco Morbidelli saat berlaga pada MotoGP Amerika 2025 Meski demikian, Morbidelli menegaskan bahwa Ducati tetap memiliki performa yang kompetitif. Tantangan utamanya adalah menemukan pengaturan yang tepat agar seluruh potensi motor bisa dimaksimalkan. "Banyak hal pada motor ini yang cukup sulit. Kuncinya adalah menempatkan semuanya pada kondisi yang tepat. Jika semuanya berada di rentang ideal, motor ini juga bisa melakukan start seperti roket," ujarnya. Menurut Morbidelli, ketika setelan yang dibutuhkan berhasil ditemukan, Ducati tetap mampu tampil sangat kuat dan bersaing di barisan depan. "Jika semuanya bekerja sesuai harapan, motor ini bisa memberikan performa yang luar biasa," kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang