Wacana MotoGP menerapkan aturan penggunaan satu motor saat sesi latihan bebas mulai musim 2027 tampaknya semakin kecil. Usulan yang sempat memicu perdebatan tersebut dikabarkan mulai kehilangan dukungan dari para pabrikan sepeda motor. Wacana aturan tersebut diperkirakan tidak memperoleh persetujuan bulat dari Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA), yang menjadi syarat agar regulasi baru dapat diberlakukan. Pimpinan tim Tech3, Guenther Steiner, menjadi salah satu sosok yang paling lantang menolak wacana tersebut. Menurut dia, penggunaan satu motor tidak akan memberikan penghematan biaya yang signifikan, bahkan justru mengurangi daya tarik balapan. KTM Tech3 "Saya pikir kita mengurangi daya tarik tontonan tanpa alasan yang jelas. Saya cukup bersemangat membahas hal ini karena saya benar-benar tidak memahaminya," ujarnya dikutip dari Crash, Jumat (17/7/2026). Meski demikian, Steiner mengakui mayoritas pabrikan sempat mendukung usulan tersebut. "Sepertinya para pabrikan mendukungnya," ujarnya. Dampak Negatif Menurut Steiner jika aturan itu berlaku maka ke depan bisa menimbulkan efek negatif. Namun para pabrikan justru tidak menyadari dampak tersebut terhadap jalannya MotoGP. "Namun para pabrikan tidak memahami bahwa mereka justru mengurangi kualitas pertunjukan mereka sendiri," ujarnya. "Bagaimanapun juga Anda tetap membutuhkan jumlah suku cadang yang sama. Karena jika terjadi kecelakaan, Anda tetap harus menyiapkan motor kedua," kata Steiner. Pebalap Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta beraksi dalam sesi latihan bebas 2 MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) "Saya berharap semua orang kembali berpikir jernih dan menyadari bahwa ini sebenarnya bukan ide yang bagus," katanya. KTM Mulai Ragu Ducati dan Aprilia masih mendukung penerapan aturan satu motor karena dinilai dapat menekan biaya operasional. Namun, KTM disebut mulai meragukan efektivitas aturan tersebut. Pabrikan asal Austria itu khawatir penggunaan satu motor akan memperlambat pengembangan RC16, terutama menjelang penerapan regulasi baru MotoGP 2027 yang akan menggunakan mesin 850 cc dan ban Pirelli. Dengan hanya satu motor yang tersedia selama sesi latihan, pebalap tidak lagi bisa melakukan perbandingan langsung (back-to-back) untuk menguji komponen baru maupun setelan motor yang berbeda. Keputusan akhir mengenai usulan aturan satu motor diperkirakan akan dibahas pada MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, setelah jeda musim panas MotoGP berakhir. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan di MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, pada 21 Juni 2026. (Foto oleh Michal Cizek / AFP) Latar Belakang Wacana penggunaan satu motor muncul sebagai bagian dari pembahasan regulasi MotoGP 2027. Selama ini setiap pebalap memiliki dua motor yang bisa digunakan secara bergantian pada sesi latihan, kualifikasi, sprint race, hingga balapan utama. Dengan dua motor tersebut, tim dapat menyiapkan setelan berbeda atau memasang komponen baru sehingga pebalap bisa langsung membandingkan performanya di lintasan. Adapun dalam wacana aturan baru, setiap pebalap hanya akan diperbolehkan menggunakan satu motor selama sesi latihan. Jorge Martin (kiri) memimpin Sprint Race MotoGP Perancis di Le Mans, barat laut Prancis, pada 9 Mei 2026. (Foto oleh Loic VENANCE / AFP) Langkah ini diusulkan untuk menekan biaya operasional tim dan menyederhanakan logistik di paddock, terutama ketika MotoGP memasuki era mesin 850 cc dan ban tunggal Pirelli pada musim 2027. Namun, usulan tersebut memicu perdebatan. Sejumlah pihak menilai penghematan biaya yang dihasilkan tidak akan signifikan karena tim tetap harus menyiapkan motor cadangan jika terjadi kecelakaan. Selain itu, penggunaan satu motor dikhawatirkan menghambat proses pengembangan karena pebalap tidak lagi bisa melakukan uji coba komponen atau setelan secara bergantian dalam satu sesi.