Di MotoGP, performa motor tidak hanya ditentukan oleh mesin atau kemampuan pebalap. Komponen pendukung seperti suspensi juga memiliki peran penting. Salah satu pemasok suspensi terbesar di MotoGP adalah Öhlins. Perusahaan asal Swedia tersebut memasok suspensi untuk hampir seluruh tim di kelas utama, mulai Ducati, Aprilia, Yamaha, hingga Honda. Saat ini, 18 dari 22 motor yang berlaga di MotoGP menggunakan suspensi Öhlins. Hanya empat motor KTM RC16 yang tetap memakai suspensi WP Suspension, merek yang masih berada di bawah KTM Group. Artinya seluruh pebalap dan teknisi Ducati, Aprilia, Yamaha, serta Honda berinteraksi langsung dengan teknisi Öhlins setiap akhir pekan balapan. Suspensi Ohlins di MotoGP Perbedaan Budaya Direktur Balap Öhlins Jonas Torstensson, mengatakan, tantangan perusahaan bukan sekadar mengembangkan teknologi suspensi. Komunikasi dengan pebalap dan teknisi dari berbagai negara juga menjadi faktor penting untuk mendapatkan setelan motor terbaik. Sebab tantangan terbesar justru datang dari perbedaan budaya dan gaya komunikasi. Menurut dia, karakter masyarakat Swedia lebih dekat dengan Jepang dibandingkan negara-negara Eropa Selatan. "Saya setuju bahwa kami orang Swedia cenderung jauh lebih pendiam dibandingkan masyarakat Eropa Selatan," kata Torstensson dilansir dari Speedweek, Senin (27/7/2026). Ohlins Indonesia "Dari sisi karakter, saya merasa kami lebih dekat dengan orang Jepang, sehingga lebih mudah memahami pelanggan kami di Honda dan Yamaha. Naluri dalam berkomunikasi sangat mirip, sehingga kerja sama dengan pabrikan Jepang menjadi lebih mudah dalam hal ini," katanya. Namun, mayoritas orang yang bekerja di paddock MotoGP berasal dari Italia dan Spanyol, dua negara yang dikenal memiliki gaya komunikasi lebih terbuka dan langsung. "Faktanya, sebagian besar komunitas balap berasal dari Spanyol dan Italia. Kami sering melihat bahwa tidak semuanya selalu berjalan harmonis. Cara mereka memulai komunikasi jauh lebih langsung, yang mungkin bagi orang Jepang terasa agresif," ujarnya. Karena itu, menurut Torstensson, memahami karakter masing-masing menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis. "Berdasarkan pengalaman saya, satu-satunya solusi adalah menyadari perbedaan itu, lalu secara aktif belajar dan berusaha menyesuaikan diri dengan lawan bicara," katanya. Marco Bezzecchi saat sesi tes motor MotoGP 850 cc di Sirkuit Brno "Saya sendiri pernah tinggal di Munich selama enam bulan. Awalnya itu cukup mengejutkan bagi saya, jadi saya juga harus belajar," ujar Torstensson. Tim Multinasional Sejak Januari 2025, Öhlins resmi menjadi bagian dari Brembo Group asal Italia. Torstensson menilai langkah tersebut membantu perusahaan memahami budaya kerja yang lebih beragam. "Fakta bahwa sekarang kami menjadi bagian dari Brembo dan budaya Eropa Selatan hanya akan membantu kami menjadi lebih baik dalam berinteraksi sehari-hari dengan para mitra dan pelanggan kami di seluruh dunia," katanya. Untuk mendukung operasional di MotoGP, Öhlins juga membentuk tim teknis yang terdiri dari berbagai kewarganegaraan. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) beraksi dalam sesi Kualifikasi di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 6 Juni 2026, dalam rangkaian MotoGP Hongaria 2026. (Foto oleh FERENC ISZA / AFP) Meski kantor pusatnya di Swedia didominasi karyawan lokal, personel yang bertugas di paddock berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Spanyol, Italia, hingga Jerman. "Kami sangat mementingkan keberagaman karakter dan bahasa di tim yang bertugas di sirkuit," katanya. "Untuk MotoGP, kami memiliki teknisi dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, tentu saja banyak dari Spanyol dan Italia, serta juga teknisi asal Jerman. Bersama-sama kami berusaha menjawab tantangan tersebut," ungkapnya. Menurut Torstensson, keberagaman tersebut memudahkan Öhlins berkomunikasi dengan setiap tim dan pebalap, sehingga pengembangan setelan suspensi dapat dilakukan lebih cepat.