Motor MotoGP dengan regulasi baru yang mulai digunakan pada musim 2027 diperkirakan mencatat waktu putaran lebih lambat dibandingkan motor saat ini. Meski demikian, kondisi tersebut diyakini tidak akan terjadi di semua sirkuit. Mulai musim 2027, MotoGP akan menggunakan mesin 850 cc menggantikan 1.000 cc. Selain itu, perangkat ride height device yang digunakan sejak akhir 2019 akan dihapus. Regulasi baru juga membatasi pengembangan aerodinamika dengan memperkecil perangkat di bagian depan motor. Secara teori, kombinasi tenaga mesin yang lebih kecil, hilangnya ride height device, dan pengurangan aerodinamika akan membuat catatan waktu lebih lambat di sebagian besar lintasan. Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer (tengah) dan pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri) mengalami kecelakaan saat Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing melaju setelah start balapan MotoGP Hongaria 2026 di sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) Namun, pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez menilai tidak semua sirkuit butuh tenaga motor sebesar itu untuk capai waktu terbaik. Menurut Marquez, karakter Sachsenring berbeda dengan mayoritas sirkuit MotoGP. Lintasan di Jerman tersebut memiliki trek lurus yang pendek dan didominasi tikungan, sehingga pebalap lebih banyak menghabiskan waktu dalam posisi motor miring (lean angle). Dengan karakter seperti itu, tenaga mesin tidak menjadi faktor yang paling menentukan. "Tahun lalu dia (Di Giannantonio) mencatat putaran yang luar biasa pada sesi practice," kata Marquez, dikutip dari Crash, Rabu (15/7/2026). "Ini memang salah satu sirkuit yang ingin saya pegang rekor lapnya. Namun, saya yakin dengan motor 850 cc nanti kami masih bisa mencatat waktu 1 menit 18 detik di sini," ujar dia. Pebalap Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta beraksi dalam sesi latihan bebas 2 MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Marquez sendiri baru memecahkan rekor lap Sachsenring saat sesi kualifikasi MotoGP Jerman, akhir pekan lalu. Menurut dia, rekor tersebut masih berpeluang diperbarui ketika regulasi baru mulai berlaku pada musim depan. Ban Jadi Faktor Penentu Pendapat Marquez mendapat dukungan Pedro Acosta. Pebalap Spanyol yang akan menjadi rekan setimnya di Ducati Lenovo mulai musim depan. Acosta menilai perkembangan teknologi ban akan menjadi faktor penting dalam menentukan performa motor MotoGP 2027. "Memang benar, dengan motor 1.000 cc saat ini kami tidak menggunakan seluruh tenaga yang tersedia, seperti yang bisa kami gunakan di Silverstone (Inggris)," katanya. Pirelli menjadi pemasok ban tunggal di MotoGP mulai 2027 "Saat ini di Sachsenring kami sebenarnya berada dalam kondisi under-power, karena memang tidak mungkin menggunakan tenaga lebih besar dari yang sekarang," ujarnya. Acosta menilai semuanya akan bergantung pada karakter ban. Bobot motor juga akan lebih ringan sehingga pebalap masih bisa menggunakan tenaga yang kurang lebih sama. "Saya rasa catatan waktunya akan berada di kisaran 1 menit 18 detik atau 1 menit 19 detik, sangat dekat dengan performa motor 1.000 cc," katanya. Marini Pebalap Honda HRC Luca Marini juga memiliki pandangan serupa. Menurut dia, kualitas ban Pirelli akan menjadi penentu apakah motor MotoGP 850 cc mampu memecahkan rekor lap di Sachsenring. Luca Marini saat sesi tes motor MotoGP 850 cc di Sirkuit Brno "Semuanya tergantung pada bannya," kata Marini. "Kalau mereka membawa ban yang bagus, ya, kami bisa mencatat waktu lebih cepat dari rekor sekarang," katanya. Marini melihat hal tersebut dari para pebalap Moto2. Dengan bobot motor yang lebih ringan, nyatanya motor di kelas tersebut makin kencang. "Pirelli juga terus mengembangkan bannya dengan sangat baik. Saya tahu mereka membawa kompon baru di sini, sedikit lebih baik, dan langsung menunjukkan potensinya," katanya. "Jadi saya pikir, jika bannya bagus, motornya juga akan bagus, dan kami bisa mencoba memecahkan rekor tersebut," ujar Marini.