Pebalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memanfaatkan jeda musim panas MotoGP 2026 untuk menjalani operasi menjalani operasi endoscopic fasciotomy alias arm pump. alias arm pump. Bagnaia melakukan operasi arm pump pada lengan kanan bagian bawah. Pihak Ducati memastikan operasi pebalap jebolan VR46 Academy itu berjalan lancar tanpa kendala. Pebalap asal Italia tersebut memiliki waktu cukup banyak untuk pemulihan, yaitu hingga MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, 7-9 Agustus mendatang. "Francesco Bagnaia menjalani operasi endoscopic fasciotomy pada lengan bawah kanannya dengan sukses," kata siaran resmi Ducati dikutip dari Crash, Kamis (16/7/2026). Francesco Bagnaia (Ducati) kembali naik ke peringkat ketiga di klasemen MotoGP usai kemenangan di Sprint Race MotoGP Malaysia 2025. Sprint Race MotoGP Malaysia 2025 digelar di Sirkuit Sepang, Sabtu (25/10/2025), siang WIB. "Operasi dilakukan oleh tim medis yang dipimpin Profesor Luigi Tarallo di Klinik Ortopedi Policlinico di Modena, di bawah arahan Profesor Fabio Catani. Prosedur berjalan lancar dan tanpa komplikasi," tulis pernyataan. Ducati menjelaskan, Bagnaia akan langsung menjalani program rehabilitasi selama jeda kompetisi agar dapat kembali membalap pada putaran berikutnya. "Dengan memanfaatkan jeda musim panas MotoGP, pebalap Ducati Lenovo Team kini akan memulai program pemulihan dan rehabilitasi sesuai jadwal," katanya. "Bergantung pada perkembangan pascaoperasi, targetnya adalah kembali membalap pada Grand Prix Inggris di Silverstone pada 7-9 Agustus," ujarnya. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Arm Pump Arm pump merupakan kondisi ketika otot-otot lengan bawah mengalami pembengkakan akibat aktivitas yang sangat intens sehingga tekanan di dalam kompartemen otot meningkat. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai chronic exertional compartment syndrome (CECS). Kondisi ini umum dialami pebalap motor karena harus menggenggam setang, menarik tuas rem, dan mengendalikan motor berkecepatan tinggi dengan gaya yang sangat besar selama 40-45 menit. Saat tekanan di dalam otot meningkat, aliran darah dan saraf tertekan sehingga tangan menjadi sulit digerakkan. Pebalap yang mengalami arm pump biasanya merasakan lengan bawah terasa sangat kencang dan keras. Kemudian myeri saat balapan, tangan mati rasa atau kesemutan, dan kekuatan genggaman berkurang. Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, melambai kepada para penggemar dalam sesi latihan bebas MotoGP Jepang 2025 di Mobility Resort Motegi di Motegi, prefektur Tochigi pada 27 September 2025. (Foto oleh Toshifumi KITAMURA / AFP) Pebalap juga sulit mengoperasikan rem depan dan gas secara presisi. Sehingga dalam kondisi parah, bisa kesulitan mengerem di tikungan karena jari-jari sudah tidak memiliki tenaga. Mengapa bisa terjadi? Saat balapan, otot lengan membutuhkan aliran darah lebih banyak. Akibatnya otot membesar (mengembang). Namun, otot tersebut dibungkus oleh jaringan tipis yang disebut fascia, yang sifatnya tidak elastis. Ketika otot mengembang tetapi fascia tidak ikut meregang, tekanan di dalam kompartemen otot meningkat. Tekanan inilah yang menekan pembuluh darah dan saraf sehingga muncul rasa nyeri, kebas, hingga kehilangan tenaga.