Regulasi keselamatan di MotoGP kembali mengalami perubahan signifikan. Tata letak (layout) starting grid yang telah direvisi bakal resmi diterapkan untuk pertama kalinya pada sesi Sprint Race di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Sabtu sore ini. Dikutip dari Crash.net, Sabtu (11/7/2026), secara formasi baku, format baru ini sebenarnya masih mempertahankan komposisi tiga pebalap per baris seperti biasanya. Namun, yang membedakan adalah jarak vertikal antar-pebalap kini dibuat lebih renggang, otomatis membuat jarak antar-baris menjadi lebih jauh. Sebelum regulasi ini ketok palu, setiap pebalap dalam satu baris dipisahkan oleh jarak vertikal sejauh 3 meter. Sederhananya, pebalap yang mengamankan pole position memulai balapan 3 meter di depan pebalap kedua. Jarak yang sama (3 meter) juga berlaku antara pebalap kedua dan ketiga. MotoGP Aragon Dengan skema lama tersebut, setiap posisi di baris berikutnya (misal baris kedua, ketiga, dan seterusnya) memiliki jeda jarak sebesar 9 meter dari baris di depannya. Mulai seri Sachsenring ini, jarak vertikal antar-pebalap dalam satu baris resmi melar menjadi 4 meter. Efek dominonya, jarak baru antar-baris kini melebar menjadi 12 meter. Demi Faktor Keselamatan Langkah ini sengaja diambil oleh pihak penyelenggara demi meningkatkan faktor keselamatan para pebalap saat melakukan start—momen krusial yang paling rawan terjadi kecelakaan fatal. Menariknya, aturan baru ini tidak hanya berlaku untuk kelas utama MotoGP, melainkan juga wajib diadopsi untuk kelas Moto2 dan Moto3. Perubahan grid ini sekaligus menandai manuver kedua yang dilakukan Dorna dan FIM terkait prosedur start dalam dua balapan berturut-turut. Seperti diketahui, pada seri sebelumnya di Assen (MotoGP Belanda), otoritas balap juga sudah resmi melarang penggunaan perangkat holeshot depan (front height adjustment device).