Persaingan Ducati dan Aprilia di MotoGP 2026 diprediksi masih akan berlangsung ketat hingga akhir musim. Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi menilai karakteristik setiap sirkuit akan menjadi faktor penentu siapa yang lebih kuat. Duel Ducati dan Aprilia dalam perebutan dominasi MotoGP musim ini diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Tardozzi, melihat persaingan kedua pabrikan akan terus berlangsung secara bergantian, tergantung karakteristik masing-masing sirkuit yang akan dihadapi. Hal tersebut terlihat dari perjalanan musim ini. Setelah sempat kesulitan menghadapi Aprilia pada tiga seri awal, Ducati berhasil membalas lewat kemenangan ganda Marc Marquez dan Alex Marquez di Jerez. Setelah itu, persaingan kedua pabrikan terus berubah dari satu seri ke seri lainnya. Aprilia menjadi yang terkuat di Le Mans, Ducati mengambil alih di Catalunya, Aprilia kembali unggul di Mugello, Ducati menang di Balaton dan Brno, Aprilia berjaya di Assen, Ducati kembali mendominasi Sachsenring, sebelum Aprilia kembali unggul di Silverstone. "Memang akan seperti ini. Akan ada sirkuit yang cocok untuk Aprilia dan ada juga sirkuit yang cocok untuk Ducati hingga akhir musim," ujar Tardozzi, dikutip Crash, Sabtu (22/8/2026). Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. Marquez Mulai Tertekan di Perebutan Gelar Persaingan antara Ducati dan Aprilia tidak hanya terjadi di klasemen konstruktor, tetapi juga semakin panas dalam perebutan gelar juara dunia pebalap. Marquez yang menjadi juara dunia bertahan bersama Ducati sempat memangkas jarak besar dengan pemimpin klasemen Jorge Martin dari Aprilia. Sempat tertinggal hingga 102 poin, Marquez berhasil memangkas defisit tersebut menjadi hanya 18 poin setelah seri Sachsenring. Namun, momentum tersebut sedikit terganggu setelah hasil kurang maksimal di Silverstone. Pada Sprint Race Silverstone, Marquez mengalami penurunan performa akibat masalah degradasi ban. Pebalap asal Spanyol itu harus puas finis di posisi kesembilan. "Kami tidak menyangka akan mengalami masalah besar di Sprint. Kami berpikir mungkin bisa bertarung untuk posisi keempat, kelima, atau keenam. Bukan posisi kesembilan," kata Tardozzi. Menurut dia, Ducati harus segera mencari solusi agar masalah serupa tidak kembali terjadi. "Kami harus menghadapi masalah ini dan bekerja untuk memperbaikinya karena hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," ujar Tardozzi. Pada balapan utama Silverstone, Marquez memang mampu memperbaiki hasil, tetapi belum cukup untuk kembali ke barisan depan. Ia hanya finis di posisi ketujuh dan menjadi pebalap Ducati ketiga terbaik. Hasil tersebut membuatnya hanya mengoleksi 10 poin dari maksimal 37 poin yang tersedia. Akibatnya, Marquez kembali tertinggal 40 poin dari Jorge Martin yang masih memimpin klasemen sementara. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) bersaing dengan Alex Marquez (Gresini Racing) dalam balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez di Jerez de la Frontera, pada 26 April 2025. (Foto oleh JORGE GUERRERO / AFP) Ducati Andalkan Konsistensi untuk Kejar Gelar Meski persaingan semakin ketat, Tardozzi menilai kunci untuk memenangkan kejuaraan dunia bukan hanya soal jumlah kemenangan. Menurut dia, konsistensi dalam mengumpulkan poin menjadi faktor penting, terutama ketika pebalap tidak berada dalam kondisi terbaik. "Untuk mencoba memenangkan kejuaraan, tidak perlu memenangkan semua balapan," kata Tardozzi. "Yang penting adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin ketika Anda bukan yang tercepat, lalu menyerang ketika Anda berada dalam kondisi paling cepat," lanjutnya. Strategi tersebut akan kembali diuji pada seri Aragon. Sirkuit yang berada di Spanyol itu menjadi salah satu trek yang cukup bersahabat bagi Ducati dan Marc Marquez. Marquez bersama Ducati tercatat memenangkan empat balapan terakhir di Aragon, sehingga seri tersebut menjadi peluang untuk memangkas kembali jarak di klasemen. Namun, tantangan berikutnya tidak akan mudah. Setelah Aragon, MotoGP akan menuju Misano yang menjadi balapan kandang bagi Ducati dan Aprilia. Musim lalu, kemenangan di Misano terbagi antara Marc Marquez dan Marco Bezzecchi. Setelah itu, para pebalap akan menghadapi rangkaian balapan flyaway di Jepang, Indonesia, Australia, dan Malaysia yang memiliki karakter sirkuit berbeda-beda. Dengan kondisi tersebut, persaingan Ducati dan Aprilia diprediksi masih akan terus berubah hingga seri terakhir.