Pembiayaan sepeda motor Honda masih menjadi kontributor terbesar bagi kinerja PT Federal International Finance (FIF) pada Semester I 2026. Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, nilai penyaluran kredit untuk motor Honda mencapai Rp 15,81 triliun atau sekitar 62,2 persen dari total pembiayaan perusahaan yang mencapai Rp 25,43 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika mengacu pada total 1,70 juta unit yang dibiayai FIF hingga Juni 2026, maka pembiayaan motor Honda diperkirakan mencakup sekitar 1,06 juta unit. Motor Honda Jadi Tulang Punggung Pembiayaan Dominasi pembiayaan sepeda motor Honda menunjukkan permintaan masyarakat terhadap kendaraan roda dua masih cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Melalui lini bisnis FIFASTRA, pembiayaan motor Honda menjadi penyumbang terbesar dalam portofolio pembiayaan FIFGROUP. Secara keseluruhan, FIF membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 25,43 triliun pada Semester I 2026 atau meningkat 7,07 persen dibandingkan Rp 23,75 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ilustrasi booth Honda motor di IIMS 2026 Pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih perusahaan menjadi Rp 2,37 triliun, naik 4,48 persen secara tahunan. Sementara itu, kualitas pembiayaan diklaim tetap terjaga dengan rasio kredit macet alias Non-Performing Financing (NPF) nett sebesar 0,2 persen. FIFGROUP berikan banyak promo untuk pembelian motor Honda di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 Didukung Beragam Lini Bisnis Pembiayaan Selain pembiayaan sepeda motor Honda melalui FIFASTRA, kinerja perusahaan juga ditopang oleh berbagai lini bisnis lainnya. Di antaranya SPEKTRA yang melayani pembiayaan elektronik, gawai, dan perabot rumah tangga, DANASTRA untuk pembiayaan multiguna, FINATRA yang menyasar pembiayaan mikro produktif bagi pelaku UMKM, serta AMITRA untuk pembiayaan syariah haji dan umrah. Presiden Direktur FIF, Indra Gunawan, mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang ditawarkan perusahaan. "Ke depan, FIF akan terus memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan agar dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," ujar Indra, dalam keterangan resmi (2/8/2026).