PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya resmi memperkenalkan mobil listrik pertamanya di Indonesia, Honda Super One, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Namun, hingga kini pabrikan masih belum mengumumkan harga resmi mobil mungil tersebut. Honda baru akan mengungkap banderol sekaligus membuka pemesanan Honda Super One pada 5 Agustus 2026 di GIIAS 2026. Meski demikian, Honda sudah memberi sedikit gambaran mengenai harga Super One. Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan harga mobil tersebut di Jepang berada di kisaran Rp 390 juta. "Di Jepang harganya Rp 390 juta, kalau sampai disini kira-kira bisa dihitung sendiri," ujar Billy di ICE BSD Tangerang, belum lama ini. Berpotensi Tembus Rp 400 Jutaan Bila mengacu pada harga di Jepang, maka banderol Honda Super One di Indonesia diperkirakan akan lebih tinggi. Model ini masih didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari Jepang sehingga harus memperhitungkan biaya impor, logistik, pajak, hingga distribusi. Dengan asumsi tersebut, harga Honda Super One berpotensi berada di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 500 jutaan. Meski begitu, angka tersebut masih berupa estimasi dan belum menjadi harga resmi dari Honda. PT Honda Prospect Motor (HPM) akan memperkenalkan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terbaru, Honda Super One, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kuota Indonesia Sangat Terbatas Billy menjelaskan, Honda Super One masih diimpor langsung dari Jepang karena tetap mempertahankan karakter berkendara khas Honda. "Honda Super One memang memiliki karakter DNA Honda yang sangat fun to drive, jadi mobil ini masih diimpor dari Jepang. Dan di Jepang sendiri sudah tembus 12.000 pemesanan, jadi alokasi di Indonesia itu sangat terbatas. Hanya 100 unit di tahun 2026, tetapi akan ada lagi di tahun berikutnya," kata Billy. Selain itu, pengiriman unit kepada konsumen dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026. "Di bulan Agustus awal sampai Oktober kira-kira (delivery ke konsumen). Stok unit akan datang," ujar Billy. Tingginya permintaan di Jepang membuat kuota untuk pasar Indonesia tahun ini hanya 100 unit. HPM memastikan akan ada tambahan alokasi pada tahun berikutnya, meski jumlahnya belum diungkapkan.