Kehadiran Honda Super One di Indonesia tidak hanya menarik perhatian karena desain dan teknologi yang dibawanya, tetapi juga memunculkan rasa penasaran soal harga jualnya. Hingga saat ini PT Honda Prospect Motor (HPM) belum mengumumkan banderol resmi mobil listrik mungil tersebut. Namun, perkiraannya bisa ditelusuri melalui data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang tercantum dalam dokumen Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. NJKB diguga Honda Super One Dalam data tersebut, terdapat model Honda berkode JG6 A EV ZZE dengan nilai jual sebesar Rp 257 juta. Kehadiran kode "EV" mengindikasikan kendaraan tersebut merupakan mobil listrik dan diduga kuat merujuk pada Honda Super One. Belum Harga Resmi Meski demikian, angka NJKB tidak bisa disamakan dengan harga jual ke konsumen. NJKB merupakan nilai dasar kendaraan yang digunakan untuk keperluan administrasi perpajakan, bukan harga yang dibayar pembeli di diler. Harga on the road (OTR) nantinya masih akan dipengaruhi berbagai komponen lain, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), biaya distribusi, logistik, margin diler, hingga biaya administrasi lainnya. Jika melihat pola harga mobil baru di Indonesia, selisih antara NJKB dan harga OTR umumnya berada di kisaran 20-35 persen, meski besarannya dapat berbeda pada setiap model. “Munculnya NJKB itu memang bagian dari proses administratif yang menunjukkan rencana konkret untuk sebuah model," kata Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. PT Honda Prospect Motor (HPM) akan memperkenalkan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terbaru, Honda Super One, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Harga di Jepang Apabila melihat banderol di negara asalnya, Jepang, mobil ini dipasarkan mulai 3.390.200 yen atau sekitar Rp 378 jutaan. Namun pemerintah Jepang memberikan insentif pembelian kendaraan listrik yang nilainya bisa mencapai 1,3 juta yen, sehingga harga yang dibayar konsumen dapat turun menjadi sekitar 2.090.200 yen atau setara Rp 233 jutaan. Perlu dicatat, harga tersebut tidak bisa dijadikan acuan langsung untuk pasar Indonesia. Selain skema insentif yang berbeda, harga jual kendaraan juga dipengaruhi spesifikasi, biaya produksi, distribusi, serta strategi pemasaran yang diterapkan masing-masing negara. Adapun kepastian harga Honda Super One kemungkinan besar baru akan diumumkan saat mobil ini resmi meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.